Teror Virus Corona
Ayah, Ibu, dan Anak Meninggal Karena Covid-19, Satu Kampung Jalani Rapid Test, Simak Hasilnya
Pemerintah Kota Surabaya melakukan rapid test di Kampung Gubeng Kertajaya IX, Kecamatan Gubeng, Surabaya, usai terdapat tiga orang meninggal.
TRIBUNBANYUMAS.COM - Pemerintah Kota Surabaya melakukan rapid test di Kampung Gubeng Kertajaya IX, Kecamatan Gubeng, Surabaya, usai terdapat tiga orang dalam satu keluarga yang meninggal.
Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya M Fikser mengatakan, rapid test dilakukan secara serentak di sepanjang gang Gubeng Kertajaya IX.
"Ini sebagai langkah antisipasi karena ada pasangan suami istri dan salah satu anaknya yang meninggal," kata Fikser, di Balai Kota Surabaya, Kamis (4/6/2020).
• Kenapa Transpuan Mencabut Laporannya Terhadap Youtuber Ferdian Paleka
• Detik-detik Petani Diterkam Harimau, Cara Menyelamatkan Dirinya Cukup Dramatis
• Sinopsis Film Animasi Sing, Tayang Hari Ini di GTV, Saat Hewan Ikuti Kontes Menyanyi
• Isolasi Mandiri dan Berangkat Bersama Jadi Syarat Santri Kembali ke Pesantren di Jateng
Dalam pemeriksaan tes cepat ini, kata Fikser, terdapat 69 orang yang menjalani rapid test di sepanjang gang kampung Gubeng Kertajaya IX tersebut.
Dari hasil rapid test yang dilakukan, terdapat satu rumah yang dihuni lima orang dinyatakan reaktif.
"Mereka tinggal dalam satu rumah , ada lima orang, hasil rapid testnya reaktif. Saat ini ada yang sudah dibawa ke hotel ada yang diisolasi di rumah tersebut," ujar Fikser.
Ia memastikan, kawasan perkampungan tersebut akan menjadi prioritas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya untuk melakukan tes swab.
Hal itu dilakukan agar pihaknya mendapatkan hasil yang pasti mengenai status warga yang tinggal di Gubeng Keetajaya IX tersebut.
Dengan demikian, pihaknya dapat melakukan langkah-langkah tepat untuk menekan penyebaran Covid-19 di kawasan tersebut.
Fikser berharap, lima orang yang reaktif setelah menjalani rapid test mendapatkan hasil negatif melalui tes swab nantinya.
Namun, apabila dari lima orang yang reaktif tersebut terdapat yang positif setelah dites swab, maka pemkot akan merawat mereka di rumah sakit.
Sedangkan, apabila hasilnya positif tanpa gejala atau OTG, mereka akan diisolasi di Asrama Haji Surabaya.
"Ini langkah pemerintah kota bagaimana melakukan percepatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di lingkungan kampung yang ada di sana," tutur Fikser.
Sebelumnya diberitakan, seorang ibu hamil meninggal dunia. Kemudian di waktu yang hampir bersamaan, kedua orangtuanya yang tinggal serumah juga turut meninggal.
DW, anak kedua dari keluarga tersebut menceritakan, pada 26 Mei 2020, kakaknya dinyatakan positif Covid-19 dan dirawat di Rumah Sakit PHC Surabaya.