Breaking News:

Berita Pendidikan

Jeritan Atik Dituangkan Melalui Puisi, Tanyakan Lagi Janji Pemerintah, Gaji Honorer Lulus PPPK

Atik dan guru honorer lainnya lelah dengan janji pemerintah yang akan memperbaiki nasib guru honorer di Kabupaten Pemalang.

TRIBUN BANYUMAS/BUDI SUSANTO
Atik Dyat Prastuti, guru honorer di SD Negeri 02 Cawet, Kabupaten Pemalang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - "16 tahun kami menunggu, 16 tahun kami bersabar."

"Kini kami kembali ragu dengan sikapmu itu, kami ragu dengan kebijakanmu."

"Kami takut, takut harapan itu semua semu," tutur Atik Dyat Prastuti, guru honorer K2 yang lulus ujian PPPK beberapa waktu lalu.

Itu adalah penggalan puisi karyanya yang berjudul Jeritan Honorer.

Bansos Kabupaten Semarang Kembali Bermasalah, Bondan: TP PKK Minta Dana Dispermasdes

DPRD Tuding Pemkab Semarang Lalai, Hilangnya Rp 10 Miliar Bansos Pemprov Jateng, Sekda Jawab Begini

Potret Nyata Guru SMP di Batang, Jadi Kurir Belajar Siswa, Berjalan Kaki Lintasi Jalur Serba Terjal

Begini Cara Urus Surat Keterangan Bebas Covid-19, Berikut Biaya Mandiri di Rumah Sakit

Atik yang menjadi pengajar di SD Negeri 02 Cawet Pemalang itu sengaja membuat puisi tersebut karena merasa cemas dengan kondisi honorer.

Dimana selama belasan tahun memberikan ilmu, namun merasa tak diperhatikan oleh pemerintah.

Bahkan ia sempat mendatangi Sekda Kabupaten Pemalang beberapa waktu lalu untuk berkeluh kesah menganai nasib guru honorer.

"Namun jawaban Sekda juga sama, menunggu kebijakan dari Pemrintah Pusat."

"Dan menjanjikan akan membantu guru honorer," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (4/6/2020).

Dilanjutkan Atik, ia dan guru honorer lainnya lelah dengan janji pemerintah yang akan memperbaiki nasib guru honorer.

Halaman
123
Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved