Berita Nasional
Ade Armando Minta Maaf, Pemuda Muhammadiyah Jateng: Harusnya ke Pak Din Syamsudin Tanpa Syarat
Ade Armando Minta Maaf, Pemuda Muhammadiyah Jateng: Harusnya ke Pak Din Syamsudin Tanpa Syarat
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: yayan isro roziki
"Terakhir saya update ada lima poin klarifikasi dari Ade Armando. Di poin ketiga sudah menyatakan minta maaf ke Muhammadiyah. Karena ketidaktahuan acara dengan alibinya. Yang kedua belum minta maaf ke Prof Din Syamsudin. Dia mau minta maaf jika. Nah "jika" itu masih ada syarat."
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando telah meminta maaf kepada PP Muhammdiyah.
Hal itu dilakukan berkaitan dengan somasi yang dilayangkan Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah ke dirinya karena satu postingan Ade Armando di facebook.
Sebelumnya, Ade Armando memposting status berbunyi: "Isu pemakzulan Presiden digulirkan Muhammadiyah. Keynote speakernya Din Syamsudin. Si Dungu yang bilang konser virtual Corona menunjukkan pemerintah bergembira di atas penderitaan rakyat."
Status itu mengomentari webinar nasional yang diselenggarakan Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah (Mahutama), di mana Din Syamsudin menjadi keynote speakernya.
• Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini
• Masuk Jakarta Tanpa SIKM, 20 Pekerja Bangunan Asal Tegal dan Banyumas Terancam Bayar Rp 1,2 Juta
• Liverpool Juara Liga Inggris Musim Ini Jika Menang Lawan Everton
• Jadwal Acara TV Hari Ini Rabu 3 Juni 2020 - ANTV, Indosiar, RCTI, GTV, Trans TV, dan Trans 7
Dalam somasi tersebut, Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah menganggap status tersebut mengandung unsur fitnah dan pencemaran nama baik.
Pertama fitnah Muhammadiyah menggulirkan isu pemakzulan Presiden. Kedua, penghinaan dan pencemaran nama baik kepada Din Syamsudin dengan menyebutkan "si dungu".
Menanggali somasi tersebut, Ade Armando menyampaikan permintaan maaf kepada PP Muhammadiyah.
"Saya merasa perlu menyampaikan permintaan maaf kepada PP Muhammadiyah karena saya tidak memperoleh informasi bahwa sebenarnya kegiatan MAHUTAMA tersebut dilakukan tanpa seizin PP Muhammadiyah."
"Saya sendiri heran mengapa MAHUTAMA secara gegabah melakukan acara yang bisa merusak nama baik Muhammadiyah. Tapi saya lega bahwa PP Muhammadiyah menolak acara tersebut,"
Menanggapi permintaan maaf Ade Armando, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah Eko Pujiatmoko meminta Ade Armando tetal meminta maaf kepada Din Syamsudin.
"Terakhir saya update ada lima poin klarifikasi dari Ade Armando. Di poin ketiga sudah menyatakan minta maaf ke Muhammadiyah. Karena ketidaktahuan acara dengan alibinya."
"Yang kedua belum minta maaf ke Prof Din Syamsudin. Dia mau minta maaf jika. Nah "jika" itu masih ada syarat."
"Jika Din Syamsudin mau menjelasjan komentarnya terkait konser virtual penggalangan dana," terangnya saat dihubungi Tribun Jateng, Selasa, (2/6/2020).
Eko berharap Ade bisa memenuhi tuntutannya dan mau minta maaf kepada Din Syamsudin tanpa syarat.
Apabila tidak mau meminta maaf dalam jangka waktu tujuh hari sejak somasi, lanjut dia, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum.
Menurutnya apa yang diposting Ade Armando terkait Din Syamsudin masuk unsur Pidana Pasal 27 ayat (3) UU ITE.