Berita Internasional
Militer Amerika Turun Tangan Pukul Mundur Massa Kerusuhan Pasca Kematian George Floyd
Untuk menangani massa demonstran dan kerusuhan pasca kematian George Floyd, Pemerintah Amerika Serikat menerjunkan pasukan militer.
TRIBUNBANYUMAS.COM - Untuk menangani massa demonstran dan kerusuhan pasca kematian George Floyd, Pemerintah Amerika Serikat menerjunkan pasukan militer.
Upaya itu sudah dilakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Kota Washington.
Ia mengancam akan menerapkan tindakan yang sama di negara bagian lainnya.
Dalam pidatonya di hadapan seluruh warganya itu, Trump mengumumkan bahwa keputusannya untuk mengerahkan militer adalah semata menghentikan kerusuhan yang terjadi di ibu kota.
• Perjalanan Kasus Suap Eks Sekretaris MA Nurhadi Hingga Berhasil Ditangkap Setelah Buron 4 Bulan
• Kronologi Kecelakaan Maut Wakapolres Purbalingga, Tikungan Tajam, Kendaraan Masuk Sungai
• Jaring Penumpang Lewat Facebook, Supir Travel Gelap Arus Balik Diringkus Polisi
• Simak Prakiraan Cuaca BMKG di Purwokerto Hari Ini Selasa 2 Juni 2020
Selain itu, dirinya juga mengaku akan melakukan intervensi di seluruh wilayah AS, jika pemerintah setempat gagal memulihkan ketertiban setelah berlangsungnya kerusuhan selama berhari-hari.
Dikutip dari laman Russia Today, Selasa (2/6/2020), Trump muncul di Rose Garden kompleks Gedung Putih pada Senin kemarin, sekitar pukul 16.30 sore.
Saat itu ia menyatakan bahwa AS tengah menghadapi 'teror domestik' dari 'kelompok anarkis profesional dan gerombolan yang beringas'.
Menurut Trump, mereka telah mengubah aksi protes terkait kematian Floyd ini, yang awalnya berlangsung damai menjadi anarkis.
Floyd merupakan seorang laki-laki keturunan Afrika-Amerika yang tewas dianiaya polisi di Minneapolis, negara bagian Minnesota, AS, pada Senin lalu.
"Seluruh negara benar-benar marah atas kematian Floyd yang terjadi secara brutal, namun protes sejak saat itu telah berubah menjadi aksi kekerasan," kata Trump.
Di Washington saja, kata dia, para perusuh telah merusak Monumen Lincoln dan Monumen Perang Dunia II.
Bahkan mereka membakar sebuah gereja bersejarah yang terletak di dekat kompleks Gedung Putih.
"Ini bukan aksi protes damai, ini adalah aksi teror domestik," tegas Trump.
Trump bersumpah untuk segera mengakhiri kerusuhan dan pelanggaran hukum ini.
Trump menyampaikan bahwa ia sangat merekomendasikan aturan untuk mengerahkan Garda Nasional dalam jumlah yang cukup, kepada setiap gubernur negara bagian.