Breaking News:

Virus Corona Jateng

Hasil Rapid Test Massal di Pasar Tradisional Purbalingga, 7 Pedagang Reaktif Corona Diisolasi

Hasil Rapid Test Massal di Pasar Tradisional Purbalingga, 7 Pedagang Reaktif Corona langsung Diisolasi di rumah sakit sembari menunggu hasil tes swab

Istimewa
Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, memantau pelaksanaan rapid test massal terhadap para pedagang pasar tradisional di Purbalingga. Hasilnya, 7 pedagang reaktif corona, mereka pun langsung diisolasi di rumah sakit sembari menunggu hasil tes swab keluar. 

Untuk menanggulangi penyebaran Covid-19, Pemkab Purbalingga menggelar rapid tes massal di 4 pasar tradisional. Hasilnya, 7 pedagang reaktif corona. Mereka pun langsung diisolasi di rumah sakit sembari menunggu hasil tes swab keluar.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Dinas Kesehatan menggelar rapid test massal di sejumlah pasar tradisional, guna menanggulangi penyebaran virus corona.

Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Hanung Wikantono mengatakan rapid test masal diadakan di Pasar Segamas, Pasar Hewan, Pasar Bukateja, dan Bobotsari.  

Rapid test hanya dilakukan secara sampling ata acak, di mana setiap pasar hanya diambil sampling 50 pedagang, hasilnya terdapat 7 orang pedagang yang dinyatakan reaktif corona.

"Sampel untuk pasar hewan dan Segamas tidak ada yang positif. Yang reaktif di pasar Bobotsari 5 orang, dan 2 orang di Pasar Bukateja," jelasnya, saat dihubungi tribunbanyumas.com,Kamis (28/5/2020).

Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini

Kabar Baik dari Cilacap, Bupati: 1 Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh,10 PDP Negatif Corona

4 Orang Reaktif Corona, 2 Pasar Tradisional di Banjarnegara Ditutup, Bupati: Hanya Sementara

Hindari Tetesan Liur Terbang, Jemaat Gereja di Sini Dilarang Bernyanyi saat Kebaktian

Menurut dia,  tujuh orang tersebut telah ditindaklanjuti dengan mengisolasi di rumah sakit sembari menunggu hasil Swab.  Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah ketujuh orang itu positif corona atau tidak. 

"Pengetesan akan dilanjutkan kembali ke pasar-pasar lainnya," tutur dia. 

Hanung mengatakan rapid tes masal diadakan karena adanya niatan untuk melihat tren jumlah kasus corona di Kabupaten Purbalingga.

Selain itu pemerintah provinsi  juga memerintahkan setiap kabupaten untuk melaksanakan  rapid test massal.

"Apalagi saat ini sedang ramai kenormalan baru (new normal)  yang harus memenuhi syarat epidemologi, surveilans, dan pelayanan kesehatan," jelasnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved