Breaking News:

Teror Virus Corona

Hindari Tetesan Liur Terbang, Jemaat Gereja di Sini Dilarang Bernyanyi saat Kebaktian

Hindari Tetesan Liur Terbang, Jemaat Gereja di Sini Dilarang Bernyanyi saat Kebaktian

Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Petugas keamanan Gereja Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci Randusari atau Gereja Katedral Semarang sedang melintas di antara bangku yang biasanya ramai setiap perayaan Paskah, Jumat (10/04/20). 

"Anda menarik napas sedalam-dalamnya saat bernyanyi, yang berarti bahwa jika ada partikel virus pada liur yang terbang melayang di udara maka mereka dapat masuk ke paru-paru dengan relatif cepat."

TRIBUNBANYUMAS.COM, BERLIN - Virus corona menular melalui droplet yang keluar dari orang yang terinfeksi.

Bernyanyi bersama dapat menjadi medium penularan Cvid-19 melalui tetesan liur yang keluar dari mulut dan kemudian diterbangkan angin.

Karena itu, beberapa negara bagian Jerman telah melarang jemaat gereja bernyanyi saat kebaktian guna mencegah penularan virus corona.

"Peningkatan produksi tetesan air liur yang terinfeksi saat bernyanyi menandakan paduan suara gereja belum akan beraktivitas lagi," kata pemerintah.

Dilansir dari Daily Mail, Rabu (27/5/2020), Kepala Lembaga Penyakit Robert Koch Institute (RKI) Jerman Lothar Wieler mengatakan, tetesan air liur dapat "terbang sangat jauh" saat bernyanyi.

Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini

Kasus Harian Covid-19 Tinggi, Doni Monardo Ungkap 4 Klaster Jatim yang Aktif Tularkan Corona

Surabaya Bisa Jadi The Next Wuhan Bila Warga Terus Ngeyel, Dominasi Kasus Covid-19 di Jatim

MUI Sebutkan Syarat Daerah yang Wajib Menggelar Shalat Jumat di Indonesia

Dalam satu kasus, setidaknya 40 orang terinfeksi di sebuah kebaktian gereja di Frankfurt, saat jemaat bernyanyi dan tidak mengenakan masker.

Penularan virus masih terus dipelajari, tetapi bukti-bukti telah meyakinkan otoritas Jerman bahwa menyanyi adalah aktivitas yang berisiko.

Tobias Brommann, pimpinan paduan suara Katedral Berlin, mengatakan, "Anda menarik napas sedalam-dalamnya saat bernyanyi, yang berarti bahwa jika ada partikel virus pada liur yang terbang melayang di udara maka mereka dapat masuk ke paru-paru dengan relatif cepat."

Brommann dan 30 anggota paduan suaranya tertular virus corona pada awal Maret, dan 30 orang lainnya menunjukkan gejala Covid-19.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved