Berita Pekalongan
Belasan Warga di Pekalongan Tetap Gelar Shalat Idul Fitri di Tengah Pandemi Virus Corona
Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H, terasa berbeda dengan hari-hari biasanya. Tahun kemarin, perayaan Idul Fitri sangatlah indah sekali.
"Yang ikut berjamaah ada sekitar 18 orang dan semua warga sebelum masuk sudah cuci tangan, lalu membawa sajadah sendiri, dan selesai salat tidak bersalaman," imbuhnya.
Nasaruddin mengungkapkan dalam khotbahnya tadi ada beberapa poin yang disampaikan kepada jamaah yaitu mengenai pendemi virus corona, mudah-mudahan virus ini segera dihilangkan dari bumi ini.
• Gelar Rapid Test Acak di Pusat Perbelanjaan, Gugus Tugas Covid-19 Kendal Temukan 26 Orang Reaktif
• Pemkab Batang Konfirmasi Penambahan 4 Positif Covid-19 di Malam Idul Fitri
• Malam Takbiran, Arus Lalu Lintas Pantura Pekalongan Lancar
• Malam Idul Fitri, 1 Orang Positif Corona Dari Hasil Swab Test Massal di Masjid-Masjid Kota Semarang
"Untuk warga sendiri, saya berharap agar sabar dalam pendemi ini, tetap bersyukur, dan tetap mematuhi aturan-aturan dari pemerintah terkait pencegahan virus corona," ungkapnya.
Terpisah Huda (35) warga setempat mengatakan, ia bersama keluarga melakukan salat id di perumahan, dikarenakan beberapa masjid sekitar tidak menggelar salat Idul Fitri.
"Perumahan di sini menggelar salat id khusus warga perum, walaupun begitu tetap menerapkan imbauan dari pemerintah."
"Saya asli Banyuwangi, Jawa Timur ini tidak mudik dikarenakan ada larangan untuk mudik," katanya.
Ia berharap semoga pendemi virus ini segera hilang dan aktivitas kembali normal lagi. (Dro)