Berita Internasional

Pegulat Wanita Jepang Berdarah Indonesia Meninggal Dunia, Diduga Bunuh Diri Karena Jadi Korban Bully

Pegulat Jepang berdarah Indonesia, Hana Kimura, meninggal dunia pada Sabtu (23/5/2020).

Editor: Rival Almanaf
Kompas.com
Hana Kimura dari tangkapan layar Instagram miliknya.(instagram.com/hanadayo0903) 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Pegulat Jepang berdarah Indonesia, Hana Kimura, meninggal dunia pada Sabtu (23/5/2020).

Hana Kimura meninggal dunia diduga bunuh diri karena tak kuat melawan cyber bullying atau perundungan melalui media sosial.

Kabar meninggalnya Hana Kimura datang dari manajemen pegulat Stardom melalui akun Twitter mereka.

"Penggemar Stardom, dengan berat hari kami mengabarkan bahwa Hana Kimura meninggal dunia," tulis akun @we_are_stardom di Twitter.

Link Live Streaming Pertandingan Bundesliga Malam Ini ada Dortmund dan Bayern Muenchen

Tidak Mudik ke Purbalingga, Ganjar Pranowo Gelar Open House Virtual via Zoom Ini Linknya

Penipuan Bermodus COD, Warga Kebumen Kehilangan Kawasaki Ninja

Update Virus Corona H-1 Idul Fitri Total Kasus Capai 21.745, Penderita Covid-19 Bertambah 949 Orang

"Mohon bersikap baik dan izinkan waktu untuk memproses ini, simpan pikiran serta doakan keluarga dan teman-temannya."

"Kami menghargai dukungan kalian pada masa-masa sulit ini," sambung mereka.

Penyebab bunuh diri mengarah ke cyber bullying diketahui melalui beberapa unggahan terakhir Hana Kimura di media sosial.

Pada Jumat (22/5/2020) Hana Kimura sempat mengunggah foto dan membuat orang-orang cemas.

Pasalnya, dalam unggahan tersebut dia memperlihatkan foto yang tampak seperti upaya melukai diri sendiri.

Begitu juga dengan keterangan unggahan foto tersebut, tampak seperti menderita beban karena cyber bullying.

"Hampir 100 pendapat terang-terangan setiap hari. Saya tak bisa menyangkal saya terluka. Saya mati."

"Terima kasih telah memberi saya ibu. Hidup di mana saya ingin dicintai. Terima kasih untuk semua yang mendukung saya. Saya menyukainya."

"Saya lemah, saya minta maaf. Saya tidak ingin menjadi manusia lagi. Itu adalah kehidupan di mana saya ingin dicintai. Terima kasih semuanya, saya mencintai kalian. Sampai jumpa," tulis dia.

Wanita yang lahir di Yokohama, Jepang meninggal di usia 22 tahun.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved