Larangan Mudik 2020
Kisah Dislam Warga Kroya Cilacap, Nekat Mudik Gunakan Sepeda Onthel, Sempat Putus Asa di Cirebon
Dari Purwakarta sampai Cirebon, pria penyepeda onthel ini pun sudah mulai berpikir melanjutkan perjalanan menggunakan bus menuju Kroya Cilacap.
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Dislam (55), warga Desa Pekuncen, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap nekat mudik dari Purwakarta, Jawa Barat mengendarai sepeda onthel.
Dia menempuh perjalanan sepanjang sekira 330 kilometer, menyusuri jalur Pantura dan membawa bekal seadanya.
Kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (21/5/2020), bapak empat anak itu menceritakan, kenekatan itu didasari karena keterbatasan keadaan.
• Satpol PP Cilacap: Pengunjung Wajib Pakai Masker Masuk Pusat Perbelanjaan
• Dituduh Tolak Bansos Pemprov Jateng, Bupati Banjarnegara: Jangan Asal Ngomong
• Trans Semarang Tidak Beroperasi Dua Hari
• Warga Semarang Bisa Cek Terima Bansos Tidaknya Melalui Ini
Saat itu dia baru saja dirumahkan dari pekerjaannya sebagai sopir pribadi di Jakarta.
Sehingga dirinya terpaksa beralih profesi sebagai kuli bangunan di Purwakarta.
Dia menerima tawaran bekerja di sebuah proyek karena sudah tidak ada lagi pendapatan.
Setelah 11 hari atau sejak 4 April hingga 15 Mei 2020, dia menyelesaikan pekerjaannya di Purwakarta.
Lalu diputuskan mudik demi bertemu istri dan anak-anaknya.
Tapi sayang, saat itu tidak ada bus dan kereta api yang beroperasi.
Hampir dia saja gagal mudik.
Lalu Dislam melihat sepeda lipat milik bosnya yang nganggur.
"Ya akhirnya saya bilang ke bos untuk pinjam sepedanya."
"Karena saya mau mudik pakai sepeda onthel saja," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (21/5/2020).
Menurutnya, saat menyampaikan niat mudik dengan sepeda onthel itu, si bos tak langsung mengiyakan.
Dia harus memastikan kepada bosnya kalau perjalanannya lintas provinsi itu bisa berjalan lancar.