Rabu, 22 April 2026

Larangan Mudik 2020

Jelang Lebaran Makin Meningkat, Pemudik Masuk Purbalingga

Peningkatan jumlah penumpang masuk Purbalingga mulai terlihat dua hari terakhir ini di Kabupaten Purbalingga. Berikut datanya dari Dishub.

TRIBUN BANYUMAS/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Petugas Dishub dan Polres Purbalingga menutup perlintasan yang ada di Kedungbenda, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Jumat (24/4/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Jelang Lebaran, jumlah warga dari luar kota yang datang ke Kabupaten Purbalingga terus meningkat.

Kepala Dishub Kabupaten Purbalingga, Yani Sutrisno Udi Nugroho menuturkan, peningkatan jumlah penumpang masuk Purbalingga mulai terlihat dua hari terakhir ini.

Misal pada Minggu (17/5/2020) dan Senin (18/5/2020).

Pasar Pagi Salatiga Bakal Ditutup Sementara, Satu Pedagang Asal Ungaran Reaktif Corona

Bantuan Sosial Kemensos Rp 600 Ribu Sudah Cair, Simak Cara dan Syarat Warga Semarang Mengambilnya

Warga Semarang Bisa Cek Terima Bansos Tidaknya Melalui Ini

Tinggal Lima Hari, PKM Semarang Bakal Diperpanjang atau Tidak? Begini Jawaban Hendrar Prihadi

Tercatat terdapat pada Minggu (17/5/2020) ada sekira 616 penumpang masuk Purbalingga dari berbagai daerah.

Lalu meningkat lagi pada Senin (18/5/2020) sekira 650 penumpang yang turun di Purbalingga.

"Di antara mereka ada juga yang menggunakan mobil pribadi atau mobil sewaan," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (19/5/2020).

Sementara bila dilihat dari jumlah kendaraan, pada Minggu (17/5/2020) ada sekira 210 kendaraan dan Senin (18/5/2020) sekira 199 kendaraan.

"Kendaraan yang masuk ke Purbalingga kami periksa dan pendataan di perbatasan."

"Terutama kendaraan dari luar kota," jelasnya.

Menurut dia, Kabupaten Purbalingga bukan daerah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Oleh sebab itu, sesuai ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub), kendaraan dari luar kota tidak diputarbalikkan.

"Hingga saat ini kami tidak membalikkan. Yang penting datang dari luar kota sudah memenuhi standar protokol Covid-19," tutur dia.

Dikatakannya, pada saat ini bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) tidak beroperasi.

Kecuali bus tersebut mengangkut penumpang di beberapa daerah yang dibekali surat jalan dan hasil rapid test dari dinas kesehatan setempat.

"Jadi mereka yang masuk ke Purbalingga kami cek suhu tubuh, KTP, dan surat jalannya."

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved