Virus Corona Semarang
Kisah Pasien Positif Corona Tanpa Gejala, Sembuh Setelah Karantina Mandiri di Semarang
Salah satu warga semarang yang menjadi pasien corona atau covid-19 dan dirawat di ruang isolasi rumah dinas walikota Semarang.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: Rival Almanaf
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Salah satu warga semarang yang menjadi pasien corona atau covid-19 dan dirawat di ruang isolasi rumah dinas walikota Semarang yang beralamat di Manyaran, Kota Semarang, dinyatakan sembuh.
Adapun pasien yang bersangkutan, berjenis kelamin perempuan, berusia 53 tahun, dengan nama inisial CL asal Semarang.
Pada Selasa (5/5/2020) siang, pasien yang bersangkutan ausah diperbolehkan pulang.
Kepada awak media, CL mengatakan dia merupakan pasien dengan status orang tanpa gejala (OTG). Sebelumnya ia menjalani swab test di rumah sakit RSUP Dr. Kariadi, dan dinyatakan positif corona.
• 35 Ribu Tenaga Kesehatan di RS Rujukan Covid-19 Dapat Perlindungan Asuransi Jiwa dari Bank Mandiri
• Hendak Menuju Jatim, Bus Asal Jambi Dipaksa Putar Balik di Mangkang Semarang
• Dinsos Cilacap Memang Berencana Piloks Rumah Warga Penerima PKH
• Abaikan Karantina, ODP Corona di Purbalingga Justru Pesta Miras Bareng Temannya
Saat menceritakan awal ceritanya terkena virus corona, ia mengaku baru saja dirawat opname di slaah satu rumah sakit di Semarang.
"Saya memang habis opname di salah satu rumah sakit di semarang. Untuk kontrol saya wira-wiri. Nah dokter menyarankan karena saat cek darah kok limfositnya turun. Jadi dokter menyarankan untuk ikut swab di rumah sakit Kariadi Semarang. (Lalu) Saya ikuti," kata CL.
"Dua kali di swab, saya diminta melakukan isolasi mandiri sembari menunggu. Seminggu setelah swab kedua ternyata hasilnya keluar saya positif," jelasnya.
Sebelum melakukan isolasi di rumah dinas walikota Semarang, ia mengaku sebelumnya meminta untuk diisolasi di rumah sakit Kariadi, namun pihak rumah sakit menganjurkan untuk isolasi mandiri di rumah saja.
"Dan saya minta isolasi di Kariadi. Tapi Kariadi bilang, saya isolasi mandiri saja di rumah. Tapi saya menolak karena resiko anak terkena juga. Maka, (akhirnya) saya minta diisolasi di rumah dinas walikota sini," katanya.
Ia mengaku sudah 'menyerahkan diri' diisolasi di rumah dinas pada 16 April lalu, dan kini sudah dinyatakan sembuh.
"Saya tidak ada gejala apa-apa. Tidak batuk, tidak flu, tidak demam, tidak sakit demam, tidak sakit tenggorokan, tidak sesak. Jadi tidak ada gejala apa-apa sebenarnya. Makanya saya juga kaget kok jadi positif," katanya.
CL mengatakan, selama mengisolasi diri di rumah dinas, ia mengaku memiliki motivasi dan semangat yang lebih untuk sembuh. Hal itu pula yang membuatnya cepat pulih.
"Ketika berada di sini, saya melihat banyak teman yang senasib, kok tempatnya juga nyaman, tidak mengerikan seperti yang diberitakan."
"Itu membuat motivasi, semangat saya lebih besar. Semangat untuk hidup lebih besar."
"Karena kita melawan penyakit yang tidak kita tahu, yang bisa mematikan. Saya tidak pernah merasakan saya sedang sakit ini. Saya merasa sehat, itu menjadi salah satu unsur saya bisa cepat sehat lagi," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/seorang-ibu-asal-kota-semarang-dengan-nama-inisial-cl-dinyatakan.jpg)