Larangan Mudik 2020
Pemudik Masuk Banyumas Terus Bertambah, Diduga Masuk Lewat Jalur Tikus
Para pemudik dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) terus berdatangan ke Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemkab Banyumas memperketat penjagaan di jalur-jalur alternatif masuk ke Kabupaten Banyumas.
Hal itu lantaran para pemudik dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) terus berdatangan ke Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Kepala Dishub Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadi mengungkapkan, pemudik yang terjaring di empat titik posko perbatasan meningkat dibanding beberapa hari sebelumnya.
• Kartu Sembako Tambahan Mulai Didistribusikan, Dinsos Cilacap: Selama Dua Hari, Terakhir Besok
• ASN Disdikbud Purbalingga Diduga Tidak Netral, Tersebar Video Dukung Bakal Calon Bupati Petahana
• Semestinya Malu, Sudah Mampu Tapi Masih Terima Bantuan PKH, Dinsos Cilacap: Tolong Undur Diri
• Ini Skema Penyaluran Bansos di Kota Semarang, Sepanjang Mei Total 339 Ribu Bantuan
"Hari ini terbilang meningkat. Ada 61 orang, sebelumnya 37 orang, sebelumnya lagi 43 orang."
"Dari 61 pemudik tersebut dua di antaranya langsung diantar ke tempat karantina di GOR Satria Purwokerto," kata Agus, Senin (4/5/2020).
Agus menduga, sejumlah pemudik ditengarai melewati jalur tikus (alternatif) untuk menghindari petugas.
"Ditengarai ada pemudik, baik dengan travel maupun mobil carter memanfaatkan sejumlah jalur tikus atau alternatif," ujar Agus.
Beberapa jalur tikus yang biasa digunakan seperti dari arah barat melalui Krajan maupun Banjaranyar.
Lalu dari arah selatan melewati Dermaji, Gumelar kemudian Kracak Ajibarang dan dari arah timur melewati Padamara.
"Yang pulang ke rumah, barusan kami dapat laporan, ada yang tidak diterima oleh lingkungan dan harus dikarantina di GOR terlebih dahulu," kata Agus.
Sementara itu, Bupati Banyumas Achmad Husein mengintruksikan agar Gugus Tugas Desa yang wilayahnya menjadi jalur alternatif untuk melakukan pengawasan.
“Apabila memungkinkan Gugus Tugas Desa yang biasa untuk jalan alternatif, bisa untuk melarang mobil luar kota yang akan masuk desanya."
"Dengan kearifan lokal tersebut, biasanya akan lebih diperhatikan oleh orang yang lewat," kata Husein. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemudik Terus Berdatangan ke Banyumas, Penjagaan Jalur Tikus Diperketat"
• 11 Pegawai RSUD Kayen Reaktif Covid-19, Bupati Pati: Mereka Pernah Tangani PDP
• KABAR DUKA, Pasien Positif Corona Kabupaten Semarang Meninggal, 12 Hari Dirawat di RSUD Boyolali
• Warga Tak Perlu Berteriak-teriak, Wawali Tegal: Lapor Ketua RT Kalau Butuh dan Belum Dapat Bantuan
• Serbuan Lalat Resahkan Warga Cimanggu Cilacap, Satpol PP: Usaha Peternakan Ayam Ternyata Ilegal