Senin, 18 Mei 2026

Berita Semarang

Semarang Disebut Berpotensi Jadi Episentrum Penyebaran Virus Corona

Kota Semarang disebut berpotensi menjadi episentrum baru penyebaran virus corona setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Tayang:
Editor: Rival Almanaf
PEMKAB SEMARANG
Prosesi pemakaman jenazah pasien PDP di TPU Sumowono, Kabupaten Semarang, Minggu (26/4/2020) petang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kota Semarang disebut berpotensi menjadi episentrum baru penyebaran virus corona setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Hal itu disampaikan Juru bicara pemerintah khusus penanganan virus corona (Covid-19), Achmad Yurianto Sabtu (2/5/2020).

Ia menyebut ada tiga kota yang berpotensi menggantikan DKI dan Jabar yang kini menjadi pemilik jumlah kasus tertinggi.

Yuri mengatakan daerah tersebut antara lain Makassar, Semarang dan Surabaya.

Dua daerah di antaranya sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yaitu Makassar dan Surabaya.

Video Naufal Pemuda Majenang Cilacap Runner Up Indonesia Mengaji Indosiar

Terungkap, Sebelum Ditemukan Meninggal di Sungai Serayu Banjarnegara Pria Ini Sempat Pamit Keluarga

Berita Duka: Mantan Basis Dewa-19 Erwin Prasetya Meninggal Dunia

Setelah Ditolak Konsulat Rusia di Bali, Pasangan Bule yang Ajak Balita Ngamen di Lombok Dideportasi

Sementara Kota Semarang saat ini baru menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) agar wilayahnya tidak menjadi episentrum baru kasus Covid-19.

Ada 16 posko yang dijaga tim gabungan untuk mengingatkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan.

"Buat saya yang penting warga Semarang disiplin dalam SOP (standar operasional prosedur) protokol kesehatan dan jaga jarak."

"Maka kita akan terhindar dari Covid-19 yang berkepanjangan," kata Hendrar di Semarang, Kamis (30/4/2020).

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pemberlakuan PKM dilakukan agar masyarakat memiliki kesadaran diri untuk ikut mencegah penularan Covid-19

. Apabila kesadaran tidak terwujud dan jumlah kasus terus meningkat, bukan tidak mungkin Semarang menerapkan PSBB.

"Yuk tolong dong semua taat. Kalau sudah PSBB, semua pasti akan terasa sakitnya."

"Maka ayo jangan sampai kita menaikkan status menjadi PSBB dengan cara disiplin dan taat aturan," kata Ganjar di Semarang, Kamis (30/4/2020). Surabaya.

Sementara itu, Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb menilai pernyataan pemerintah pusat menjadi peringatan agar wilayahnya tidak menjadi episentrum baru.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved