Virus Corona Cilacap

Update Virus Corona di Kabupaten Cilacap, 29 April: Total ODP 1427 Orang, 125 PDP, 19 Positif

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Cilacap, Rabu, 29 April melaporkan, total jumlah Orang dalam Pemantauan 1427 orang.

Istimewa
Laporan Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Cilacap, Rabu, (29/4/2020). (TRIBUNBANYUMAS/YUNANSETIAWAN). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Cilacap, Rabu, 29 April melaporkan, total jumlah Orang dalam Pemantauan 1427 orang.

Dengan rincian, 1296 orang selesai pantau, 131 orang masih pantau.

Sementara itu, total jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP) 125 orang.

Mayat Perempuan Ditemukan di Sungai Gondang Balapulang Tegal, Ciri-ciri Kenakan Rok Pendek

Tidak Belajar Dari Rumah, Tangan Siswa di Bojong Pekalongan Hampir Putus Terkena Ledakan Petasan

Menhub Usul Pengusaha Boleh Bepergian Naik Pesawat di Tengah Larangan Mudik, Begini Respon DPR RI

Dishub Kabupaten Tegal Tidak Akan Meminta Pemudik Putar Balik Jika Suhunya di Atas 38 Derajat

Dengam rincian, 63 PDP dinyatakan negatif, 62 PDP masih menunggu hasil laboratorium, dan 12 orang meninggal dengan status PDP.

Gugus Tugas juga mencatat, total pasien positif corona 19 orang.

Dengan rincian, empat pasien positif corona dinyatakan sembuh, 14 pasien positif corona masih dirawat.

Sementara itu sampai saat ini, pasien positif corona yang meninggal satu orang. 

Pemudik Masih Bedatangan

Sekda Kabupaten Cilacap, Farid Ma'ruf mengirim surat kepada seluruh camat.

Surat bernomor 551.2/02619/22 per Selasa (28/4/2020) itu berisi perintah untuk melakukan pengawasan terhadap jalan alternatif atau jalan tikus yang sering digunakan pemudik.

Perintah untuk mengawasi jalan alternatif atau jalan tikus karena kerapkali pemudik tidak terpantau.

Sementara itu, Pemkab Cilacap sudah mendirikan pos penjaringan di lima titik lokasi.

Yakni Pos Penjaringan Rawaapu, Mergo, Sampang, Jetis, Pelabuhan Penyebrangan Seleko.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cilacap, Tulus Wibowo berkata, berdasarkan hasil pantauan di pos penjaringan, jumlah kendaraan yang masuk ke Cilacap sudah berkurang.

"Namun di sisi lain, data yang masuk ke desa, jumlah pemudik tinggi."

"Prediksi kami banyak pemudik yang masuk Cilacap masuk melalui jalur tikus."

"Maka dari itu, perlu dipantau jalan-jalan tersebut," kata Tulus kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (28/4/2020).

Tulus menambahkan, banyak pemudik yang masuk lewat jalan tikus.

Korupsi Anggaran Penanganan Covid-19, KPK: Tidak Ada Pilihan Lain, Ancaman Hukuman Mati

Polda Jateng Pastikan Tak Beri Izin Unjuk Rasa Hari Buruh May Day, Begini Alasannya

PSG Rekrut Neymar dari Barcelona, Bukan Dapat Untung Malah Ketiban Buntung

Nasib Penjual Telur Asin di Pantura Kota Tegal, Dua Hari Baru Terjual 10 Butir

Terutama jalan tikus di perbatasan, seperti di Kecamatan Patimuan dan Dayeuhluhur.

Sejak didirikan pos penjaringan di jalur utama, banyak pemudik yang menggunakan kendaraan bermotor atau mobil pribadi.

Sehingga mereka bisa melewati jalan-jalan alternatif.

Sementara itu, sampai Senin (27/4/2020), Pemkab Cilacap sudah mendata terdapat 57.806 pemudik yang masuk ke Cilacap. (Muhammad Yunan Setiawan)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved