Berita Cilacap
Mudik Dilarang, Namun Pemudik dari Zona Merah Corona Terus Berdatangan ke Majenang Cilacap.
Data pemudik di Cilacap, Jumat, (24/4/2020) melaporkan pemudik yang sudah tiba di Kecamatan Majenang 3.897 orang.
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: Rival Almanaf
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Data pemudik di Cilacap, Jumat, (24/4/2020) melaporkan pemudik yang sudah tiba di Kecamatan Majenang 3.897 orang.
Ditemui Tribunbanyumas.com di kantornya, Camat Majenang Iskandar Zulkarnain mengaku sudah menyiapkan skeman untuk menghadapi lonjakan pemudik yang datang ke Majenang.
Pasalnya, pemudik tersebut sebagian berasal dari zona merah corona, sehingga tidak menutup kemungkinan bisa menularkan virus corona di kampung halamannya.
• Pos Pantau Mergo Catat Ada 28 Pemudik Masuk Cilacap, Didata dan Diminta Karantina 14 Hari
• Tak Cuma Barang Bukti, KPK Kini Pajang Tersangka Korupsi, Mirip Kasus Kriminalitas di Kepolisian
• Instruksi Presiden Joko Widodo, Semua Pemda Harus Transparan Sajikan Data Covid-19
• Syok Dinyatakan Positif Corona, Budi Karya Sempat Pingsan Selama 14 Hari, Ini Ceritanya
"Kami antisipasi masing-masing desa di Majenang menyiapkan tempat karantina bagi pemudik."
"Semua desa sudah siap apabila melaksanakan karantina bagi pemudik."
"Ada yang di balai desa, ada yang di sekolahan," kata Iskandar kepada Tribunbanyumas.com, Senin, (27/4/2020).
Selain menyiapkan tempat karantina, kata Iskandar, warga juga sudah berkomitmen akan bersolidaritas membanu permakanan pemudik yang diisolasi.
"Warga dan keluarga pemudik akan bersama-sama memasok makanan bagi pemudik yang dikarantina," katanya.
Iskandar juga menambahkan, sampai saat ini pihaknya telah secara ketat mendata pemudik.
• Syok Dinyatakan Positif Corona, Budi Karya Sempat Pingsan Selama 14 Hari, Ini Ceritanya
• Mulai Malam Ini, Dua Ruas di Kota Semarang Kembali Ditutup Selama 24 Jam
• Bantuan Warga Terdampak Covid-19 Belum Ada yang Cair, Pemkab Purbalingga: Masih Pendataan
• Video 2 Pasien Sembuh dari Corona di Cilacap
Setiap pemudik harus lapor ke pihak desa.
Pemudik akan didata namanya, NIK, alamat, san nomor telepon.
Apabila pemudik merasakan gejala corona, maka langsung diperiksa pihak tenaga medis puskesmas atau dirawat di RSU Majenang.
"Tapi mudah-mudahan ya tidak ada yang dirawat di rumah sakit," pungkas Iskandar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/camat-majenang-iskandar-zulkarnain.jpg)