Senin, 27 April 2026

Berita Wonogiri

Kabupaten Wonogiri Tidak akan Meminta Pemudik Putar Balik, Namun Ada Syaratnya

Kebijakan penyekatan pemudik dan meminta mereka untuk putar balik tidak akan berlaku di Wonogiri Jawa Tengah.

Editor: Rival Almanaf
Kompas.com
Petugas gabungan memeriksa kendaraan dari luar kota saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Pasteur, Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/4/2020). Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengingatkan masyarakat agar menerapkan PSBB selama 14 hari dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.(ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA) 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Kebijakan penyekatan pemudik dan meminta mereka untuk putar balik tidak akan berlaku di Wonogiri Jawa Tengah.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, memastikan hal itu tidak akan ia terapkan.

Ia menegaskan akan menerima pemudik yang sudah sampai di wilayahnya.

Namun dengan syarat mengikuti persyaratan protokol kesehatan.

Korban Pemerkosaan Bunuh Diri Setelah Pelaku Hanya Dihukum Lima Kali Tamparan Sebelum Dibebaskan

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Purwokerto Banyumas Ramadan Hari ke-5, Selasa 28 April 2020

Rumah Diserang Sekelompok Remaja Masjid Karena Penghuninya Melaporkan Salat Tarawih di Zona Merah

Tiga Perawat RSUD Bung Karno Solo Tinggal di Rumah Sakit Setelah Diusir dari Kos

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengaku tak akan menolak dan menghalau para perantau dari zona merah yang nekat mudik ke Wonogiri.

Pasalnya, rata-rata warga yang nekat mudik ke kampung halaman lantaran di tanah perantauan tidak memiliki pekerjaan lagi.

“Kami tidak akan mungkin menolak dan menghalau pemudik."

"Kalau kami tolak dan halau mereka mau dikemanakan. Mereka itu bukan kerbau."

"Yang di dalam bus itu bukan kerbau tetapi manusia,” ujar Joko Sutopo yang akrab disapa Jekek kepada Kompas.com, Senin (27/4/2020) sore.

Bagi Jekek, penerapan kebijakan penolakan warga yang mudik tidaklah tepat.

Untuk itu, bila ditemukan pemudik terindikasi sebagai pembawa Covid-19 maka pemerintah harus hadir dengan menangani sesuai protokol kesehatan bukan dilakukan penolakan.

“Apakah mereka (pemudik) itu bukan sesuatu yang berharga dan harus dilindungi,” kata Jekek.

Menurut Jekek, pemerintah harus memiliki peran lebih dalam menangani perantau yang nekat mudik.

Tetapi tidak menggunakan cara penolakan dan penghalauan perantau saat tiba diperbatasan dareah.

“Kalau pemudik yang sampai Wonogiri berarti ada yang tidak optimal."

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved