Berita Banjarnegara

SICB Ajak Pegiat Medsos Banjarnegara Makin Masif Kampanyekan Covid-19

Pegiat medsos dari Sedulur Info Cegatan Banjarnegara (SICB), Tri Haryati mengakui, sampai saat ini medsos belum maksimal memberikan edukasi.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Pegiat medsos dari Sedulur Info Cegatan Banjarnegara (SICB), Tri Haryati menyerahkan bantuan APD kepada pihak RSI Banjarnegara, Senin (27/4/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Media sosial (medsos) punya andil dalam mengkampanyekan penanganan Covid-19.

Sayangnya, peran itu dianggap belum optimal dijalankan bagi sebagian pihak.

Pegiat medsos dari Sedulur Info Cegatan Banjarnegara (SICB), Tri Haryati mengakui, sampai saat ini medsos belum maksimal memberikan edukasi kepada masyarakat.

Silakan Hubungi Nomor Ini, Kalau Jumpai Aksi Kejahatan Jalanan di Semarang, Termasuk Kabar Hoaks

Update Corona di Cilacap, 27 April: 1.414 ODP, 117 PDP, 19 Pasien Positif Corona

Update 27 April di Banjarnegara - Tambah Tiga Pasien Positif Corona, Asal Klaster Gowa

Awas Produk Pangan Kadaluarsa di Banyumas, Sehari Saja Loka POM Temukan 200 Item

Dia mencontohkan, di laman Facebook yang dikelolanya dengan 81 ribu anggota ini, masih sedikit warganet yang mengunggah konten berkaitan dengan kampanye itu.

"Semoga ke depan pegiat medsos bisa berkontribusi lebih banyak," kata Tri Haryati kepada Tribunbanyumas.com, Senin (27/4/2020).

Itu dikatakannya seusai memberikan bantuan donasi Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis di RSI Banjarnegara.

Bukan hanya aktif di dunia maya, Wakil Ketua SICB, Wijaya berkata, pihaknya melalukan gerakan nyata dalam membantu penanganan Covid-19 ini.

Misalnya menggalang donasi untuk membantu tim medis, maupun terlibat di posko penanganan Covid-19 di desa dan kecamatan.

Ke depan ia pun berharap, promosi penanganan dan pencegahan Covid-19 di medsos semakin masif.

Kampanye di media sosial dinilai cukup efektif.

Dia mengasumsikan, hampir seluruh warga di Banjarnegara, atau minimal dalam satu keluarga memiliki akun Facebook atau akun medsos lainnya.

"Kami berusaha membantu dengan cara kami," katanya.

Direktur RS Islam Banjarnegara, dr Agus Ujianto mengapresiasi langkah pegiat media sosial dalam melakukan upaya promotif dan edukatif kepada masyarakat.

Ia berharap, media sosial ke depan bisa benar-benar menjadi agen perubahan sosial, termasuk menyangkut kesehatan masyarakat.

"Semua masyarakat menjadi bagian dari usaha bersama ini," katanya. (Khoirul Muzakki)

Begini Kondisi Terminal Purwokerto, Intensitas Bus Turun Drastis Akibat Larangan Mudik

Juli Diyakini Pandemi Virus Corona Berakhir di Indonesia, Tapi Syaratnya Kompak Lakukan Ini

SN Sudah Amati Konter Berhari-hari di Kebumen, Handphone Hasil Curian Disimpan di Kandang Sapi

Kelamaan Nganggur, Kuli Bangunan Curi Burung Murai Batu, Sempat Diamuk Massa di Banyumanik Semarang

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved