Breaking News:

Berita Teknologi

Makin Sulit Tutup Biaya Operasional, Layanan Video Streaming HOOQ Resmi Setop 30 April

Secara keseluruhan, HOOQ tidak dapat bertumbuh secara memadai dan meraih profit berkelanjutan untuk menutupi biaya yang terus naik sehingga ditutup.

DOKUMENTASI HOOQ
ILUSTRASI Logo layanan video streaming HOOQ. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Kabar mengejutkan dari HOOQ pada bulan ini, di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Layanan video streaming itu secara resmi mengumumkan akan menutup layanannya terhitung 30 April 2020.

Alasan di balik penutupannya karena bisnis tak dapat bertumbuh untuk menutupi biaya operasional.

UPDATE 27 April - Terkonfirmasi 44 Sembuh, 22 Meninggal, Tambah 214 Pasien Positif Corona

Juli Diyakini Pandemi Virus Corona Berakhir di Indonesia, Tapi Syaratnya Kompak Lakukan Ini

Korban PHK Kendal, Daru Bersama Istri Bikin Mie Ayam Mika, Seporsi Cuma Rp 5.000

Pedagang Takjil Diperbolehkan Berjualan, Asal Ikuti Aturan Pemkab Cilacap Ini

"Pemegang saham sudah memutuskan untuk likuidasi."

"Misalnya SingTel yang memutuskan fokus ke core business. Jadi setelah 30 April kami setop operasi," ujar Country Head HOOQ Indonesia, Guntur S Siboro.

Pernyataan itu seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (27/4/2020).

Padahal, menurut dia, HOOQ Indonesia menunjukkan performa paling bagus dibandingkan negara lainnya.

Namun, secara keseluruhan, HOOQ tidak dapat bertumbuh secara memadai dan meraih profit berkelanjutan untuk menutupi biaya yang terus naik.

Apalagi, dengan adanya pandemi Covid-19, menjadikan layanan ini makin terpuruk.

Ditambah dengan nilai tukar dollar AS yang membuat biaya operasional makin tinggi.

Halaman
12
Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved