Breaking News:

Berita Cilacap

Pedagang Takjil Diperbolehkan Berjualan, Asal Ikuti Aturan Pemkab Cilacap Ini

"Kalau jualan takjil tidak apa-apa. Yang penting kaidah-kaidah protokol penanganan virus corona dilaksanakan." kata Kasatpol PP Kabupaten Cilacap.

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan
Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/MUHAMMAD YUNAN SETIAWAN
Suasana Jalan Brigjen Katamso Cilacap kala sore hingga malam hari dipadati pedagang kaki lima (PKL), Kamis (23/4/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Memasuki Ramadan, biasanya pedagang takjil selalu memadati pinggir jalan kala menjelang buka puasa.

Tentu dengan adanya pedagang takjil yang memadati pinggir jalan, dikhawatirkan menimbulkan keramaian.

Dimana di tengah pandemi virus corona ini, pemerintah melarang keramaian atau kerumunan.

Tetapi untuk penjual takjil, Pemkab Cilacap membolehkan mereka berjualan.

160 Pemudik Sudah Turun di Terminal Bawen, Asal Jabodetabek dan Sumatera

Pemprov Jateng Bakal Buka Lowongan Relawan Tenaga Kesehatan, Segini Rencana Gaji Bulanannya

KABAR DUKA - Bayi Tujuh Bulan Meninggal di RSMS Purwokerto, PDP Asal Jeruklegi Cilacap

Sembilan Warga Purbalingga Klaster Gowa Positif Corona, Total Hari Ini Ada 11 Orang

Kasatpol PP Kabupaten Cilacap, Yuliaman Sutrisno mengatakan, kebijakan mengenai pedagang, rumah makan, dan restoran terkait antisipasi penyebaran virus corona sudah ditentukan pukul 21.00, harus tutup.

Bahkan, Pedagang Kaki Lima (PKL) yang usaha mainan anak juga telah dilarang beroperasi.

"Kalau jualan takjil tidak apa-apa. Yang penting kaidah-kaidah protokol penanganan virus corona dilaksanakan."

"Seperti menyediakan fasilitas cuci tangan, menyediakan hand sanitizer, dan pelayannya harus memakai masker," kata Yuliaman kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (24/4/2020).

Yuliaman menuturkan, titik keramaian penjual takjil berada di Jalan Brigjen Katamso Cilacap.

Pemerintah tidak melarang asal penjual tidak melayani makan di tempat.

"Ini ada dua sisi. Penyebaran virus corona itu sendiri dan pengamanan sosial."

"Yang perlu dicermati berlangsungnya ekonomi kerakyatan berbasis informal itu harus dipertimbangkan."

"Kecuali kalau sudah ditetapkan PSBB dan bantuan sosial sudah disiapkan," ucap Yuliaman.

Meski tidak dilarang, Yuliaman meminta penjual dan pembeli masing-masing sadar.

Dan menjalankan imbauan pemerintah terkait pencegahan penyebaran virus corona. (Muhammad Yunan Setiawan)

Pesawat Komersial Setop Mulai Jumat 24 April, Berlaku Menyeluruh di Bandara Indonesia

Cek Kesehatan Berlapis, 64 Santri Asal API Tegalrejo Magelang Tiba di Purbalingga

Selamat Jalan Pak Arief Budiman, Sosiolog Kakak Aktivis Soe Hok Gie

PT KAI Optimalkan KA Barang, Antar Barang Semalam Sampai Melalui Rail Express

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved