Berita Salatiga
Cukup Dekatkan Tangan, Air dan Sabun Mengucur Otomatis, Karya Mahasiswa UKSW Salatiga Cegah Corona
Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir menjadi salah satu protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: Rival Almanaf
TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir menjadi salah satu protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.
Kondisi ini memacu kreativitas mahasiswa Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga untuk menghasilkan sebuah inovasi baru.
Dosen Pembimbing Gunawan Dewantoro mengatakan berawal dari keinginan untuk memberikan kontribusi di tengah pandemi Covid sesuai bidang ilmu yang mereka pelajari keempat mahasiswanya yakni Ignatius Joddy, Hoeko, Imad dan Ferdi Yansen tergugah membuat alat pencuci tangan otomatis.
• Di Kabupaten Ini Perawat Sembuh Dari Corona Disambut Seperti Pahlawan
• Ambulans Terperosok ke Parit, Dua Warga yang Menolong Justru Dikarantina dan Ikuti Rapid Test
• BREAKING NEWS: Bus dari Jakarta Terjun ke Sungai di Sigaluh Banjarnegara
• Kabar Baik Bagi Jomblo, Kemenag Buka Kembali Layanan Akad Nikah
“Alat pencuci tangan otomatis ini memanfaatkan sensor inframerah yang dapat mendeteksi tangan, jadi sifatnya contactless atau tidak memerlukan sentuhan,” terangnya dalam rilis kepada Tribunjateng.com, Jumat (24/4/2020)
Dijelaskan Gunawan, begitu tangan mendekat pada pipa maka sensor akan otomatis bekerja dengan mengeluarkan air bersih selama 15 detik, kemudian sabun.
Setelah itu, otomatis alat akan berhenti selama 20 detik untuk memberi kesempatan menggosok tangan sesuai anjuran WHO, baru kemudian air kembali menyala 20 detik untuk membilas.
Tidak hanya itu, Gunawan menambahkan alat ini dilengkapi pengering otomatis yang menyala selama tangan masih basah.
Apabila sudah selesai, alat ini membutuhkan waktu selama 5 detik untuk kemudian siap digunakan lagi. Total alat ini bekerja selama minimal 80 detik.
“Semua komponen dapat dibeli dengan harga terjangkau dipasaran, adapun sensor kami beli secara online dan dirakit oleh mahasiswa."
"Diawal pembuatannya, kami menghabiskan waktu satu minggu untuk riset awal dan juga uji coba."
"Namun apabila semua sudah siap kami perkirakan hanya butuh waktu 4 hari untuk menyusun alat ini,” katanya
Disinggung mengenai total biaya yang dikeluarkan untuk membuat satu buah alat ini disebutnya membutuhkan sekitar tiga juta rupiah.
Gunawan menyatakan siap membuka kerjasama dengan semua pihak yang tertarik pada produk ini.
Walikota Salatiga, Yuliyanto saat menerima audiensi sekaligus melakukan uji coba alat cuci tangan otomatis karya mahasiswa UKSW menyatakan sangat mengapresiasi partisipasi lembaga pendidikan dalam memutus rantai penularan Covid-19 melalui gerakan cuci tangan dengan air dan sabun.
“Nanti saya akan memasang di bagian depan rumah dinas walikota sehingga dapat digunakan oleh tamu yang berkunjung."