Breaking News:

Berita Salatiga

Cukup Dekatkan Tangan, Air dan Sabun Mengucur Otomatis, Karya Mahasiswa UKSW Salatiga Cegah Corona

Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir menjadi salah satu protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Istimewa
Walikota Salatiga Yuliyanto melakukan uji coba alat cuci tangan otomatis produksi mahasiswa FTEK UKSW, Kamis (23/4/2020). (Istimewa) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir menjadi salah satu protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Kondisi ini memacu kreativitas mahasiswa Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga untuk menghasilkan sebuah inovasi baru.

Dosen Pembimbing Gunawan Dewantoro mengatakan berawal dari keinginan untuk memberikan kontribusi di tengah pandemi Covid sesuai bidang ilmu yang mereka pelajari keempat mahasiswanya yakni Ignatius Joddy, Hoeko, Imad dan Ferdi Yansen tergugah membuat alat pencuci tangan otomatis.

Di Kabupaten Ini Perawat Sembuh Dari Corona Disambut Seperti Pahlawan

Ambulans Terperosok ke Parit, Dua Warga yang Menolong Justru Dikarantina dan Ikuti Rapid Test

BREAKING NEWS: Bus dari Jakarta Terjun ke Sungai di Sigaluh Banjarnegara

Kabar Baik Bagi Jomblo, Kemenag Buka Kembali Layanan Akad Nikah

“Alat pencuci tangan otomatis ini memanfaatkan sensor inframerah yang dapat mendeteksi tangan, jadi sifatnya contactless atau tidak memerlukan sentuhan,” terangnya dalam rilis kepada Tribunjateng.com, Jumat (24/4/2020)

Dijelaskan Gunawan, begitu tangan mendekat pada pipa maka sensor akan otomatis bekerja dengan mengeluarkan air bersih selama 15 detik, kemudian sabun.

Setelah itu, otomatis alat akan berhenti selama 20 detik untuk memberi kesempatan menggosok tangan sesuai anjuran WHO, baru kemudian air kembali menyala 20 detik untuk membilas.

Tidak hanya itu, Gunawan menambahkan alat ini dilengkapi pengering otomatis yang menyala selama tangan masih basah.

Apabila sudah selesai, alat ini membutuhkan waktu selama 5 detik untuk kemudian siap digunakan lagi. Total alat ini bekerja selama minimal 80 detik.

“Semua komponen dapat dibeli dengan harga terjangkau dipasaran, adapun sensor kami beli secara online dan dirakit oleh mahasiswa."

"Diawal pembuatannya, kami menghabiskan waktu satu minggu untuk riset awal dan juga uji coba."

Halaman
12
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: Rival Almanaf
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved