Larangan Mudik 2020

19 Bus Masuk Purbalingga Hari Ini, Asal Wilayah Jabodetabek

Para penumpang dilakukan pengecekan suhu dan diarahkan untuk melapor posko yang ada di desa untuk melakukan isolasi mandiri di Purbalingga.

TRIBUN BANYUMAS/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Petugas Dishub dan Polres Purbalingga menutup perlintasan yang ada di Kedungbenda, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Jumat (24/4/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Puluhan bus dari Jakarta masih melintas dan berhenti di sejumlah terminal yang ada di Purbalingga saat mulai diberlakukannya larangan mudik, Jumat (24/4/2020).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Purbalingga, Yani Sutrisno Udi Nugroho menuturkan, ada 20 bus yang masuk Kabupaten Purbalingga.

Bus tersebut masuk sekira pukul 01.00 hingga pukul 03.00, Jumat (24/4/2020).

Dibagikan Mulai 4 Mei, Kartu Sembako Senilai Rp 200 Ribu, Khusus 58.075 Warga Cilacap

Seluruh Perjalanan KA Dibatalkan, Berlaku Mulai Sabtu di PT KAI Daop V Purwokerto

Cek Kesehatan Berlapis, 64 Santri Asal API Tegalrejo Magelang Tiba di Purbalingga

Sembilan Warga Purbalingga Klaster Gowa Positif Corona, Total Hari Ini Ada 11 Orang

"Penumpang turun di Terminal Bobotsari dan Terminal Purbalingga."

"Para penumpang dilakukan pengecekan suhu dan diarahkan untuk melapor posko yang ada di desa untuk melakukan isolasi mandiri," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (24/4/2020).

Informasi yang diterimanya total penumpang bus yang turun saat dini hari berjumlah 93 orang.

Bus tersebut melanjutkan perjalanannya menuju Banjarnegara, Wonosobo, dan Purwokerto.

"20 bus itu 19 dari Jakarta dan 1 bus dari Surabaya," ujar dia.

Menurut dia, saat ini tim gabungan melakukan pemeriksaan di check poin yang terletak di lima perbatasan.

Selain itu, pihaknya juga menutup akses jalan yang ada di Desa Kedungbenda, Kecamatan Kemangkon.

Penutupan jalan itu merupakan tindaklanjut dari Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 5 Tahun 2020 terkait dengan pengendalian kendaraan.

"Penutupan jalan ini diharapkan untuk memberikan sosialisasi agar masyarakat mengurangi aktivitas keluar masuk Purbalingga," tutur dia.

Pihaknya mengalihkan kendaraan untuk melalui posko yang berada Jompo Kecamatan Kalimanah.

"Nanti yang dari arah Klampok Banjanegara diperiksa di tugu perbatasan yang ada di Kecamatan Bukateja," tuturnya.

Langkah selanjutnya, melaporkan ke Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait masih adanya kendaraan angkutan dari wilayah PSBB.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved