Breaking News:

Berita Banyumas

Romli Wakili Tersangka Kasus Penolakan Jenazah Covid-19 Banyumas: Tolong Hukum Seringan-ringannya

Kejadian penolakan itu terjadi karena memang belum mendapatkan sosialisasi dan edukasi tentang pemakaman jenazah Covid-19 itu, tidak berbahaya.

TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Ketua Paguyuban Kepala Desa di Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Romli Hariadi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Paguyuban Kepala Desa, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas mendatangi Polresta Banyumas, Kamis (23/4/2020).

Di sana, mereka beraudiensi, membicarakan terkait permasalahan polemik penolakan jenazah pasien Covid-19 di Banyumas.

"Kami minta jika memang harus dijalani sesuai aturan hukum, kami minta hukuman seringan-ringannya."

"Karena ini adalah ketidaktahuan kami," ujar Ketua Paguyuban Kepala Desa di Kecamatan Pekuncen, Romli Hariadi kepada TribunBanyumas.com, Kamis (23/4/2020).

Oktober Diprediksi PDP Jateng Capai 6.000 Orang, Dinkes: Berkurang Bila Bersama Disiplin

PT KAI Optimalkan KA Barang, Antar Barang Semalam Sampai Melalui Rail Express

Selamat Jalan Pak Arief Budiman, Sosiolog Kakak Aktivis Soe Hok Gie

Romli yang juga mewakili dari keempat tersangka mengatakan, kejadian tersebut atas dasar ketidaktahuan mereka dalam proses pemakaman jenazah pasien Covid-19.

"Yang ada di benak kami virus ini bahaya. Karena pada dasarnya sedang ingin melindungi warga sekitar," katanya.

Menurutnya, kejadian penolakan itu terjadi karena memang belum mendapatkan sosialisasi dan edukasi tentang pemakaman jenazah Covid-19 itu, tidak berbahaya.

Namun setelah mengetahui dan diedukasi, semua desa sudah menerima.

Bahkan satu kabupaten sudah menerima jenazah korban Covid-19 asal Banyumas.

Pihaknya tidak bermaksud menghentikan penyidikan.

Halaman
123
Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved