Berita Banyumas
Bulog Terus Serap Gabah Petani Banyumas, Saat Ini Sudah Capai 158 Ton
Di tengah pandemi virus corona, Bulog Cabang Banyumas mulai menyerap gabah hasil panen petani di wilayah eks Karesidenan Banyumas.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Di tengah pandemi virus corona, Bulog Cabang Banyumas mulai menyerap gabah hasil panen petani di wilayah eks Karesidenan Banyumas.
Hal itu dilakukan demi mendukung ketersediaan cadangan beras pemerintah.
Bulog juga sudah mulai melakukan penyerapan hasil panen dari para petani.
Akan tetapi dalam kondisi saat ini penyerapannya adalah berupa gabah agar tahan lama.
• Kejari Terima Denda Terpidana Korupsi JLS Salatiga, Istri Saryono: Suami Saya Sudah Sakit-sakitan
• Korban PHK Kendal, Daru Bersama Istri Bikin Mie Ayam Mika, Seporsi Cuma Rp 5.000
• Pemilik PT Djarum Kehilangan Rp 71,3 Triliun, Disebut Dampak Virus Corona
• Sri Terpaksa Merumahkan Karyawan, Pusat Oleh-oleh Khas Dieng Makin Sepi Pembeli
"Pengadaan gabah melibatkan Satker Bulog Cabang Banyumas yang membeli gabah secara langsung dari petani atau sistem jemput bola," ujar Pemimpin Cabang Bulog Banyumas, Dani Satrio kepada TribunBanyumas.com, Selasa (21/4/2020).
Pihaknya juga melibatkan mitra kerja Bulog Cabang Banyumas dalam pengadaan gabah tersebut.
Terkait harga, pihaknya akan tetap mengacu kepada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah untuk Gabah atau Beras.
Menurutnya, harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen (GKP) di tingkat petani ditetapkan Rp 4.200 per kilogram dan di tingkat penggilingan Rp 4.250 per kilogram.
Sementara untuk gabah kering giling (GKG) di tingkat penggilingan Rp 5.250 per kilogram dan di gudang Bulog Rp 5.300 per kilogram.
Sedangkan beras di gudang Bulog Rp 8.300 per kilogram.
"Tahun ini kami ditarget untuk melakukan penyerapan sebanyak 29.000 ton," katanya.
Sampai dengan saat ini jumlah gabah hasil pembelian dari petani yang telah masuk ke gudang Bulog Banyumas per 20 April 2020 sebanyak 158 ton.
Selain itu sampai dengan 20 April 2020, pengadaan beras kualitas premium yang dilakukan Bulog Banyumas mencapai 831 ton.
Sehingga selain gabah untuk cadangan beras pemerintah, Bulog juga membeli beras kualitas premium dari petani untuk dijual lagi di pasaran. (Permata Putra Sejati)
• Hari Kartini, PKK Kabupaten Banyumas Bagi Sembako, Erna Husein: Khususnya Warga Berstatus ODP
• Bocoran Kunci Utama Sukses Terapkan PSBB di Jawa Tengah
• Kapolda Jateng dan Pangdam IV Diponegoro Door to Door Serahkan Sembako di Semarang
• Pria Tertabrak Kereta Pengangkut Semen di Perlintasan Banyuurip Kendal, Diduga Gangguan Jiwa