Liga 1 2020
Hari Nur Yulianto Lupa Nama Pelatihnya di PSIS Semarang
Hari Nur Yulianto lupa nama lengkap Dragan Djukanovic di PSIS Semarang dengan alasan terlalu lama dirumahkan selama penghentian Liga 1 2020.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Mungkin dikarenakan lama tak berinteraksi secara langsung di lapangan, membuat sebagian pemain lupa nama lengkap pelatih ataupun official mereka.
Hal tersebut dialami pemain PSIS Semarang, Hari Nur Yulianto.
Dia mengaku lupa nama lengkap Dragan Djukanovic dengan alasan terlalu lama dirumahkan selama penghentian Liga 1 2020.
• PSBB Kota Tegal, Ganjar Wanti-wanti Pemkot: Matangkan Anggaran Bagi Warga Terdampak
• Kisah Guru Keliling Enam Kampung di Garut, Datangi Siswa Belajar di Rumah
• Lockdown Dicabut! Tuntutan Warga AS Kepada Gubernur, Anggap Virus Corona Adalah Kebohongan
• Terus Bertambah Pasien Positif Corona di Indonesia - 19 April Tambah 327 Kasus
Pengakuan Hari Nur diungkapkan lewat unggahan video di akun YouTube resmi PSIS Semarang.
Hari Nur Yulianto berpartisipasi dalam program PSIS Semarang untuk menghibur para penggemar yang melaksanakan karantina mandiri untuk mencegah wabah virus corona.
Dia ditantang menjawab serba-serbi soal PSIS Semarang.
Jika salah menjawab, Hari Nur bakal terkena hukuman, yakni wajahnya harus rela dicoret-coret.
Hari Nur tak sendirian mengikuti program ini karena ia ditemani oleh anaknya perempuannya.
Lucunya, ada satu momen Hari Nur tak bisa menjawab ketika ditanya soal nama lengkap pelatihnya, Dragan Djukanovic.
Pria berusia 30 tahun itu sering keliru menyebutkan nama belakang Dragan Djukanovic.
Hari Nur hanya mengingat nama depan sang pelatih yang juga biasa dipanggil Dragan.
"Dragan Vic," jawab Hari ketika ditanya siapa nama pelatih PSIS Semarang.
Tak sampai di situ, dalam percobaannya yang kedua, pemain yang berposisi sebagai striker tersebut belum menemukan jawaban benar.
"Dragan Vinovic," kata Hari sambil ketawa.
Menyerah tak bisa menjawab secara benar, Hari pun beralasan bahwa kondisi tak bertemu langsung dengan sang pelatih hampir selama sebulan yang membuatnya lupa.
"Saya stay at home kok lupa-lupa yo," ujar Hari.
Kegiatan Hari Nur Yulianto di rumah merupakan arahan dari manajemen PSIS Semarang.
Yakni untuk meliburkan para pemain menyusul penghentian kompetisi Liga 1 2020 sebagai dampak penyebaran Covid-19.
Selama jeda kompetisi, para pemain diminta untuk melakukan latihan mandiri dan dilarang berpergian keluar rumah jika dirasa tidak penting.
Sementara itu, belum ada kabar dari PT LIB selaku operator turnamen terkait kapan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 bergulir kembali. (Arif Setiawan)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemain PSIS Lupa Nama Pelatih Setelah Lama Dirumahkan"
• Banjarnegara Zona Merah Virus Corona, Bupati Keluarkan Maklumat, Berikut Isinya
• Belajar di Rumah Kembali Diperpanjang di Purbalingga, Khusus ASN Masih Tunggu Persetujuan Bupati
• Bupati Banyumas Gregetan Masih Banyak Warga Tak Bermasker, Razia Turun ke Jalan-jalan
• Judy Bakal Ceritakan Kondisi TKI Cilacap di Hongkong, Minggu Vicon Bareng Gubernur Jateng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/pemain-psis-lupa-nama-pelatih.jpg)