Breaking News:

Berita Korupsi

KPK: 14 Hari Terima 98 Laporan Gratifikasi, Total Capai Rp 1,8 Miliar

14 hari atau dua pekan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima laporan gratifikasi dimana jumlahnya mencapai Rp 1,8 miliar.

KOMPAS.COM/TOTO SIHONO
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Dalam kurun waktu sekira 14 hari atau dua pekan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima laporan gratifikasi dimana jumlahnya mencapai Rp 1,8 miliar.

Laporan gratifikasi yang diterima KPK itu adalah di masa layanan tanpa tatap muka di tengah pandemi Covid-19 ini.

Direktur Gratifikasi KPK, Syarief Hidayat mengungkapkan, angka tersebut didapat dari laporan gratifikasi berupa uang, barang, makanan, hingga hadiah pernikahan yang dilaporkan secara online.

Awas, 4 Bulan Sudah 81 Kasus Positif DBD di Kendal, Terbanyak di Kecamatan Boja

Tiga Kecamatan di Kabupaten Semarang Berstatus Zona Merah Virus Corona

Belajar di Rumah Kembali Diperpanjang di Purbalingga, Khusus ASN Masih Tunggu Persetujuan Bupati

Nurul Huda Datangi Kantor Bawaslu Kabupaten Semarang, Klarifikasi Pemanggilan Kader PPP

"Kami mengapresiasi penyelenggara negara yang tetap melaporkan gratifikasi yang ia terima di tengah pandemi Covid-19," kata Syarief, Jumat (17/4/2020).

Syarief menguraikan, terdapat 98 laporan yang masuk selama periode layanan tanpa tatap muka pada 17-31 Maret 2020 tersebut.

Bila dirinci, gratifikasi berjenis barang berjumlah 27 laporan, gratifikasi yang bersumber dari pernikahan seperti uang, kado, barang, dan karangan bunga sebanyak 15 laporan.

Kemudian gratifikasi berupa makanan atau barang mudah busuk sebanyak dua laporan dan gratifikasi fasilitas lainnya berjumlah satu laporan.

“Laporan gratifikasi terbanyak selama periode tersebut berasal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu 20 laporan yang disampaikan melalui aplikasi GOL (Gratifikasi Online)."

"Disusul oleh Kementerian Kesehatan 11 laporan melalui email dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 10 laporan melalui email,” kata Syarief.

Laporan gratifikasi yang diterima KPK selama periode tanpa tatap muka antisipasi penyebaran Covid-19 dinilai memmbuktikan bahwa pandemi tidak jadi alasan untuk tidak lapor gratifikasi.

Halaman
12
Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved