Teror Virus Corona

Tiga Kecamatan di Kabupaten Semarang Berstatus Zona Merah Virus Corona

Satu warga Kabupaten Semarang dinyatakan status pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona sehingga total ada dua PDP saat ini.

Penulis: akbar hari mukti | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AKBAR HARI MUKTI
Kepala Dinkes Kabupaten Semarang Ani Rahardjo (kanan). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Satu warga Kabupaten Semarang dinyatakan status pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona.

Itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang, Ani Rahardjo, Jumat (17/4/2020).

Maka saat ini ada dua temuan pasien berstatus PDP di Kabupaten Semarang.

Awas, 4 Bulan Sudah 81 Kasus Positif DBD di Kendal, Terbanyak di Kecamatan Boja

Jawaban Nglantur Terpengaruh Miras, Remaja Putri di Semarang Ditendang Empat Kali, Wajah Luka Lebam

Belajar di Rumah Kembali Diperpanjang di Purbalingga, Khusus ASN Masih Tunggu Persetujuan Bupati

Judy Bakal Ceritakan Kondisi TKI Cilacap di Hongkong, Minggu Vicon Bareng Gubernur Jateng

"PDP di Kabupaten Semarang tambah satu."

"Jadi saat ini ada dua pasien berstatus PDP yang dirawat," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (17/4/2020).

Pasien tersebut menurut Ani merupakan warga Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang.

Sedangkan satu pasien lainnya yang berstatus PDP corona merupakan warga Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang.

Menurutnya saat ini pihaknya sedang menunggu hasil laboratorium terkait dua pasien tersebut.

"Saat ini dua PDP di Kabupaten Semarang masih dalam perawatan," kata Ani Rahardjo.

Ia menjelaskan, saat ini ada tiga wilayah di Kabupaten Semarang masuk zona merah.

Yakni Kecamatan Ungaran Timur, Ungaran Barat, dan Ambarawa.

Menurutnya, pemetaan tersebut berdasarkan apabila dalam satu wilayah tersebut ditemukan kasus positif corona.

Adapun hingga saat ini jumlah ODP di Kabupaten Semarang ada 51 orang.

PDP ada dua orang, dan kasus positif corona sampai ada enam orang.

Dimana lima di antaranya sudah sembuh dan satu lainnya meninggal dunia.

"Juga dalam artian zona merah itu menambah kewaspadaan seluruh masyarakat," jelasnya.

Selain menambah kewaspadaan, Ani menjelaskan pemetaan tersebut dalam rangka melakukan langkah sesuai standar protokol medis terkait wabah virus corona.

"Di antaranya penelitian epidermiologi pada spot-spot yang terdapat kasus positif corona."

"Dalam hal ini di Kabupaten Semarang," papar Ani. (Akbar Hari Mukti)

Data Jumat 17 April, Positif Corona Indonesia Nyaris Tembus 6.000 Kasus, Tambah 407 Pasien

PSBB Kota Tegal Dimulai 23 April, Diberlakukan Selama Sebulan

Cek IMEI Sebelum Membeli, Ponsel Ilegal Tidak Lagi Bisa Digunakan di Indonesia

Cek Sekarang, Pengumuman Lolos Kartu Prakerja, Simak Pula Langkah Selanjutnya

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved