Virus Corona Jateng
Ganjar: 46 Tenaga Kesehatan RSUP dr Kariadi Tertular Virus Corona dari Pasien yang Tidak Jujur
Terjangkitnya puluhan tenaga medis RSUP Dr Kariadi Semarang yang dinyatakan positif virus corona Covid-19, makin menegaskan adanya ketidakjujuran.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Rival Almanaf
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG -Terjangkitnya puluhan tenaga medis RSUP Dr Kariadi Semarang yang dinyatakan positif virus corona Covid-19, makin menegaskan adanya ketidakjujuran pasien.
Sebelumnya, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Negeri Semarang (Unnes), Cahyo Seftyono, ketika diwawancarai Tribunjateng.com menuturkan pasien yang tidak jujur merupakan satu penyebab yang membuat parah kasus corona di Jateng.
Ketidakjujuran itu menyasar tenaga medis yang menjadi korban. Pasien tidak mengatakan apakah dia baru saja bebergian ke zona merah corona, enggan mengatakan apa yang diderita sebenarnya saat periksa dan sebagainya.
Hal itu pun disesalkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
• 46 Tenaga Medis RSUP Kariadi Semarang Positif Corona, Pemprov Jateng Isolasi Mereka di Hotel
• Peserta Ijtima Ulama Gowa Asal Purwokerto Positif Corona, Total ada 38 Peserta dari Banyumas
• 4 Penjelasan Peneliti Kenapa Merokok Vape Meningkatkan Risiko Infeksi Virus Corona
• Banjarnegara Zona Merah Virus Corona, Bupati Keluarkan Maklumat, Berikut Isinya
"Kejadian di Kariadi itu sesuatu yang luar biasa. Ini pembelajaran bagi kita bahwa seorang dokter, perawat dan tenaga medis lainnya sangat rentan."
"Sedihnya lagi, mereka terkena virus Covid-19 dari pasien yang tidak jujur," kata Ganjar dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2020).
Ketidakjujuran pasien saat berobat membawa petaka bagi siapapun, termasuk para dokter, perawat dan tenaga kesehatan.
"Kalau di jantung atau benteng pertahanan terakhir bisa tertular, ini sesuatu yang sangat serius."
"Untuk itu kami minta seluruh rumah sakit untuk memperketat protokol kesehatan di tempat masing-masing demi melindungi para tenaga medis," tegasnya.
Hal senada disampaikan dokter yang juga influencer, Tirta Mandira Hudhi saat memberikan bantuan ke Jateng di Wisma Perdamaian. Ia meminta seluruh masyarakat untuk jujur di tengah pandemik.
"Kejujuran paling penting. Yang paling berbahaya adalah orang tanpa gejala (OTG)."
"Mereka tidak memiliki gejala apapun namun ternyata terinfeksi. Nah, orang-orang semacam ini harus jujur saat melakukan pemeriksaan medis," katanya.
Dokter yang juga seorang pengusaha itu menegaskan masyarakat tidak perlu takut dan menutup-nutupi apabila mereka memang diduga tertular.
Caranya simpel, masyarakat cukup menerangkan riwayat kontak, apakah pernah bepergian dari daerah zona merah dan sebagainya.
"Jangan takut, tidak akan diapa-apain. Justru kalau tidak jujur, yang bahaya itu orang disekitar kalian dan tenaga medis."