Breaking News:

Teror Virus Corona

Jika Vaksin Corona Tidak Ditemukan Bersiaplah Tetap di Rumah dan Social Distancing Hingga Tahun Ini

Banyak masyarakat yang bertanya-tanya kapan wabah virus corona ini akan segera berakhir.

Istimewa
Lihat Foto Penerapan social distancing di dalam kereta MRT Jakarta, Senin (23/3/2020)(Dokumentasi Istimewa) 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Banyak masyarakat yang bertanya-tanya kapan wabah virus corona ini akan segera berakhir.

Pasalnya peneramapan social distancing dan berdiam diri di rumah sangat membosankan dan berdampak di berbagai sektor.

Sebuah studi dari Harvard University justru mengabarkan hal yang muram namun menjawab pertanyaan tersebut.

Rencana Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong Setelah Pandemi Corona: Pemusatan Latihan di Korsel

Muncul Gejala dan Mutasi Baru Virus Corona, Ini yang Harus Kamu Lakukan untuk Pencegahan

Viral Postingan Facebook Iseng Tukar Tambah Nenek dengan Sepeda Motor, Pelaku Diringkus Polisi

Ari Lasso Ungkap Pertengkaran Personil Dewa 19 antara Andra dan Ahmad Dhani Karena Hal Ini

Studi yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah mengatakan bahwa penerapan social distancing yang berselang-seling dibutuhkan sampai kira-kira tahun 2022 mendatang jika tidak ada vaksin atau obat farmasi yang mampu menyembuhkan virus corona.

Penelitian itu mengungkapkan bahwa total kejadian infeksi akibat Covid-19 selama lima tahun ke depan akan sangat bergantung pada sirkulasi teratur setelah gelombang pandemi di awal.

Pada akhirnya, tergantung pada durasi kekebalan yang diberikan oleh infeksi Sars-Cov-2 itu.

Para peneliti mempelajari virus corona lain yang berkaitan dengan virus corona novel (saat ini) yang menyebabkan Covid-19 mensimulasikan sejumlah hasil potensial untuk pandemi saat ini.

Mereka berpendapat menerapkan langkah-langkah jarak sosial yang dilakukan hanya satu kali dapat mengakibatkan "epidemi puncak tunggal berkepanjangan" yang melelahkan sistem perawatan kesehatan.

"Jarak yang terputus-putus (berselang-seling) mungkin diperlukan hingga tahun 2022 kecuali jika kapasitas perawatan kritis meningkat secara substansial atau pengobatan atau vaksin (telah) tersedia," begitu ungkap para peneliti dalam studi tersebut.

Menurut penelitian dari studi tersebut, simulasi transmisi (penularan) ditemukan pada: Semua skenario model, SARS-CoV-2 mampu menghasilkan wabah besar terlepas dari waktu pembentukan.

Simak Daftar Ucapan Selamat Ramadan untuk Whatsapp, Facebook, atau Instagaram

Prakiraan Cuaca BMKG di Kabupaten Cilacap, Kamis 16 April 2020

Mendoakan Agar Banyak Tenaga Medis Jadi Korban Corona di Facebook, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Viral Pria Mengamuk Mengaku Anggota TNI Ketika Ditegur untuk Mengenakan Masker, Begini Kata Dandim

Sama seperti pandemi influenza, banyak skenario menyebabkan SARS-CoV-2 memasuki sirkulasi jangka panjang bersama dengan virus beta corona manusia lainnya.

Variasi musiman yang tinggi dalam penularan menyebabkan insiden puncak yang lebih kecil selama gelombang pandemi awal tetapi wabah musim dingin dapat berulang yang lebih besar.

Kekebalan jangka panjang secara konsisten menyebabkan eliminasi efektif SARS-CoV-2 dan insiden infeksi keseluruhan yang lebih rendah.

Tingkat kekebalan silang yang rendah dari virus beta corona lain terhadap SARS-CoV-2 dapat membuat SARS-CoV-2 tampak mati, hanya untuk muncul kembali setelah beberapa tahun. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tanpa Vaksin dan Obat, Social Distancing Bisa Diberlakukan Sampai 2022", 

Editor: Rival Almanaf
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved