Berita Regional

Buaya 4 Meter Diberondong Senapan Serbu Polisi, Ada Jasad Bocah Tanpa Kepala di Perutnya

Buaya sepanjang lebih dari 4 meter dilumpuhkan setelah ditembak polisi menggunakan senapan serbu. dalam perutnya ditemukan jasad bocah tanpa kepala

wikipwedia
Ilustrasi buaya - Reptil buas sepanjang lebih dari 4 meter dilumpuhkan dengan cara diberondong senapan serbu SS1 milik kepolisian. Dalam perut buaya itu, ditemukan jasad bocah 6 tahun tanpa kepala. 

"Buaya berukuran panjang lebih dari empat meter ini dilumpuhkan setelah ditembak polisi hingga lima kali menggunakan senapan serbu."

TRIBUNBANYUMAS.COM - Seekor buaya dengan panjang lebih dari 4 meter diberondong peluru senapan serbu SS1 V5 berkaliber 5,56 mm milik kepolisian.

Personel polisi dari Ditpolairud Polda Maluku bersama anggota Polsek Air Buaya, Kabupaten Buru, terpaksa menembak mati buaya yang diduga kuat menerkam seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun di Desa Waemangit, Kecamatan Air Buaya (Pulau Buru).

Benar saja, setelah diberondong senapan serbu, perut buaya itu dibelah dan di dalamnya ditemukan jasad bocah tanpa kepala.

Jasad bocah tanpa kepala itu dipastikan adalah bocah 6 tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang saat bermain. 

Hari Ini Dibuka, Kartu Prakerja Bukan Hanya untuk Pengangguran, Siapa Saja yang Boleh Mendaftar?

Seberapa Efektif Masker Kain Cegah Penularan Virus Corona? Berikut Penjelasan Dokter

Kumpulan Kabar Baik Soal Virus Corona di Indonesia

Ikut Ngotot Tolak Pemakaman Perawat Korban Virus Corona, RT di Ungaran Kini Nangis: Saya Minta Maaf

Penjelasan Ahli Vulkanologi Mbah Rono Soal Dentuman yang Terdengar di Jabodetabek

"Buaya berukuran panjang lebih dari empat meter ini dilumpuhkan setelah ditembak polisi hingga lima kali menggunakan senapan serbu," kata Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Komisaris Besar Polisi Muhammad Roem Ohoirat di Ambon, dikutip dari Antara, Jumat.

Awalnya, polisi mendapat laporan seorang bocah 6 tahun berinisial JH hilang sejak pukul 11.00 WIT Rabu (8/4/2020).

Saat itu korban sedang mandi di tepi pantai bersama tiga temannya.

Tidak lama kemudian ketiga temannya meninggalkan JH yang masih bermain di air.

Beberapa menit kemudian mereka melihat dia sudah tidak berada di air.

Keluarga dan masyarakat berusaha mencari bocah itu, tapi tak membuahkan hasil.

Pihak keluarga kemudian melaporkan hal itu ke Polsek Airbuaya serta Badan SAR Nasional.

Anggota Polairud Polda Maluku kemudian menggunakan kapal patroli XVI-3001 Tanjung Allang di Desa Waimangit sejak Kamis (9/4/2020), kemudian masih ada tim lain yang mencari dia lewat jalur darat.

"Pukul 13.15 WIT, personel Dit Polairud Polda Maluku KP XVI-3001 Tanjung Allang berangkat ke lokasi kejadian di Desa Waimangit."

"Dan satu tim lainnya dengan menggunakan mobil yang mengangkut sebuah perahu karet bermesin mesin 40 PK berangkat melaui jalur darat," kata Ohoirat.

Sebanyak lima personel dikerahkan mencari hingga jarak 60 km dari Pos Sandar Polairud Namlea ke Desa Waimangit.

Gunung Anak Krakatau Meletus, Warga Lampung Mengungsi Takut Tsunami, Jabodetabek Dengar Dentuman

Pada pukul 16.12 WIT, personel Dit Polrairud di KP XVI-3001 tiba dan langsung turut mencari di sekitar perairan Desa Waimangit bersama masyarakat, tim SAR, Koramil, dan Babinkaptimas Polsek Air Buaya.

Selang beberapa menit elewat pukul 17.41 WIT, polisi menerima laporan dari sekelompok masyarakat desa bahwa ditemukan satu buaya di sekitar telaga dekat Sungai Waimangit dengan jarak kurang lebih satu kilometer.

"Kepala desa meminta personel Dit Polairud untuk mengeksekusi reptil yang dicurigai telah menelan korban," ujarnya.

Setelah itu tim Dit Polairud menuju ke tempat yang disebutkan warga dan langsung menembak buaya itu dengan senapan serbu SS1 V5 berkaliber 5,56 mm sebanyak lima kali hingga predator itu mati.

Polisi bersama warga kemudian menarik bangkai buaya ini mendekat permukiman dan membelah perutnya.

Di dalam perut buaya ditemukan jasad korban tanpa kepala.

Jasad korban langsung dibawa ke rumah duka dan selanjutnya dimakamkan keluarganya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Gunakan Senapan Serbu, Polisi Tembak Mati Buaya Pemangsa Bocah 6 Tahun

Simak Syarat dan Kriteria Perima Kredit Usaha Rakyat KUR yang Dapat Keringanan Pembayaran

Legenda Timnas Inggris Gary Lineker Beri Pujian Khusus untuk Kapten Liverpool Henderson. Ada Apa?

Indonesia Berpotensi Jadi Episenter Baru Wabah Virus Corona? Ini Penjelasan Pakar

15 Warga Wonosobo Peserta Ijtima Ulama Jamaah Tabligh di Gowa Diisolasi, Rapid Test Reaktif Corona

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved