Liga Inggris

Anak Kiai Imam Masjid Bambali Jadi Pencetak Gol Sakti,Transformasi Penyerang Liverpool Sadio Mane

ulang tahun ke-27 Sadio Mane, Penyerang Liverpool, bertransformasi dari Anak Kiai Imam Masjid Jadi Pencetak Gol Sakti

Twitter/Liverpool FC @LFC
Penyerang andalan Liverpool, Sadio Mane, merayakan golnya ke gawang Norwich City - Di usianya yang ke-27, Sadio Mane bertransformasi dari seorang anak kiai imam masjid di kampung menjadi predator kejam di depan gawang lawan. 

Sosok yang dikenal buas di depan gawang lawan, tapi sederhana dalam keseharian itu, merupakan anak dari seorang kiai dan imam masjid di Desa Bambali, tempat kelahirannya.

TRIBUNBANYUMAS.COM - Sadio Mane merupakan satu di antara sedikit pesepak bola muslim, yang bermain di klub top Eropa. Saat ini, Mane membela panji The Reds, Liverpool.

Mane dikenal sebagai pesepak bola yang rajin beribadah dan rendah hati.

Siapa nyana, di kampung halamannya di Senegal, Mane merupakan anak seorang kiai, imam masjid, di tempat kelahirannya tersebut.

Kini, di usianya yang ke-27, Sadio Mane bertransformasi dari anak kiai imam masjid, menjadi predator, pencetak gol sakti.

Ya, tepat hari ini, Jumat (10/4/2020), Sadio Mane merayakan ulang tahunnya yang ke-27.

Ikhlas Liverpool Gagal Juara Karena Corona, Sadio Mane: Semoga Kita Akan Menang Tahun Depan

Pesan Pelatih Liverpool Banjir Pujian, WHO: Juergen Klopp Tanpa Sadar Sudah Tunjukkan Belas Kasih

Gong Oh-kyun, Asisten Pelatih Timnas Indonesia Positif Virus Corona. Iwan Bule: Saya Yakin Ia Kuat

Barcelona Pecah, Enam Petinggi Klub Mengundurkan Diri

Mane lahir pada 10 April 1992 di Senegal, tepatnya di sebuah desa bernama Bambali.

Sosok yang dikenal buas di depan gawang lawan, tapi sederhana dalam keseharian itu, merupakan anak dari seorang kiai dan imam masjid di Desa Bambali, tempat kelahirannya.

Lahir dan besar di keluarga muslim, Mane menerima pendidikan agama yang begitu baik.

"Agama sangat penting dan saya menghormati berbagai aturan dalam Islam, termasuk ibadah," kata Mane.

Saat umur 16 tahun, Mane memberanikan diri untuk kabur dari rumah guna menjalani trial bersama klub Generation Foot di Ibu Kota Senegal, Dakar.

Rahasia Juergen Klopp Tingkatkan Performa Pemain Liverpool Diungkap Sadio Mane, Hanya dengan Ini

Penolakan dari keluarga membuat sang bomber terpaksa  mengendap-endap meninggalkan rumah, demi menjemput takdir sebagai pesepakbola.

"Saya pergi tanpa memberi tahu siapapun, kecuali sahabat. Saya berjalan jauh dan bertemu dengan seorang teman yang meminjamkan sejumlah uang supaya saya bisa naik bus ke Dakar," kenang Mane.

Rupanya, kenekatan tersebut membawa Mane menuju jalur kesuksesan.

Pemain berpostur ‎175 centimeter itu ditaksir oleh tim Prancis, Metz, sebelum pindah ke Austria untuk memperkuat RB Salzburg.

Pada 2014, Mane melebarkan sayap dengan gabung ke Southampton di Liga Inggris.

Di tim tersebutlah nama Mane mulai tersiar ke seantero Eropa.

Sempat diburu beberapa tim papan atas, ia menjatuhkan pilihan pada Liverpool ketika bursa musim panas 2016 dibuka.

Liverpool Tetap Berikan Gaji Penuh Karyawan yang Dirumahkan Sementara karena Virus Corona

Kabar Baik! Hasil Swab Asisten Pelatih Timnas Indonesia Negatif Virus Corona, Rapid Test Positif

Barcelona Potong Gaji Messi dkk Hingga 70 Persen, Real Madrid Cuma 20 Persen

Legenda Manchester United: Kerusuhan Bisa Terjadi Bila Liverpool Gagal Juara karena Liga Dibatalkan

Sang bomber pun semakin melejit bersama The Reds.

Mane berubah menjadi predator sakti dengan menorehkan 77 gol, 161 penampilan, serta tiga trofi yang salah satunya datang dari Liga Champions.

Puncaknya, Mane meraih gelar Pemain Terbaik Afrika 2019.

Selamat Ulang Tahun Mane, tetaplah menjadi bintang yang rendah hati dan taat beribadah! (*)

Artikel ini telah tayang di bolasport.com dengan judul Edisi Ulang Tahun Sadio Mane, dari Anak Kiai Menjadi Predator Sakti

Sumber: BolaSport.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved