Berita Banyumas

Ketua Komisi C DPRD Jateng Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Banyumas: Hindari Kerumunan

Ketua Komisi C DPRD Jateng Lakukan Penyemprotan Disinfektan Harapannya ini bisa mencegah penyebaran virus corona sehingga tidak ada korban jiwa

Istimewa
Ketua Komisi C DPRD Jateng, Asfirla Harisanto, melakukan penyemprotan di Dapilnya, Banyumas. Ia berharap, ikhtiar penyemprotan ini bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

"Pencegahan wabah virus corona harus dilakukan bersama-sama secara gotong royong. Harapannya penyemprotan disinfektan ini bisa mencegah penyebaran virus corona sehingga tidak ada lagi menelan korban jiwa."

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Ketua Komisi C DPRD Jateng, Asfirla Harisanto, bersama warga melakukan penyemprotan disinfektan di Desa Pandak, Banyumas, Jumat (10/4). Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Politikus PDI-Perjuangan itu mengatakan, penyemprotan disinfektan ini juga menindaklanjuti intruksi partai.

Arahannya agar seluruh kader turun ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing, bergerak dalam gotong royong demi kemanusiaan. Ia juga berpesan, agar masyarakat hindari kerumunan.

Penyemprotan disinfektan dilakukan di bagian luar rumah-rumah warga, pos kamling, serta tempat-tempat yang sering digunakan sebagai titik kumpul penduduk desa.

Tri Minta Umat Kristiani di Purbalingga Beribadat Paskah di Rumah, Khutbah dan Lagu Dikirim Via WA

Di Tengah Pandemi Virus Corona, PWI Minta Wartawan Tak Abaikan Protokol Kesehatan saat Peliputan

Ekonomi di Jakarta Mati Suri karena Virus Corona, Ratusan Penjahir di Banjarnegara Menganggur

Dr Kariadi Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional oleh Masyarakat Sejarawan Indonesia Jawa Tengah

Enam alat semprot digunakan menyisir area desa Pandak dibantu warga.

Selain penyemprotan disinfektan, ia juga membagikan sekitar 6.000 pamflet himbauan tata cara pencegahan virus corona.

"Pencegahan wabah virus corona harus dilakukan bersama-sama secara gotong royong. Harapannya penyemprotan disinfektan ini bisa mencegah penyebaran virus corona sehingga tidak ada lagi menelan korban jiwa," katanya, dalam rilis yang diterima TribunBanyumas.com, Jumat (10/4/2020).

Asfirla Harisanto mengungkapkan, Banyumas merupakan daerah zona merah penyebaran Covid-19.

Hal itu disebabkan karena mobilitas masyarakat yang cukup tinggi. Banyak warga Banyumas yang menjadi perantau bekerja sebagai TKI.

Ganjar Angkat Bicara soal Warga Tolak Pemakaman Perawat RSUP Kariadi Korban Virus Corona di Ungaran

Oleh sebab itu, Asfirla Harisanto berpesan kepada warga untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah.

Seperti menggunakan masker saat berada di luar rumah, sering cuci tangan menggunakan sabun dan untuk sementara waktu berdiam diri di rumah.

"Hindari kerumunan serta memberlakukan social distancing untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona," pungkasnya. (*)

Ikut Ngotot Tolak Pemakaman Perawat Korban Virus Corona, RT di Ungaran Kini Nangis: Saya Minta Maaf

15 Warga Wonosobo Peserta Ijtima Ulama Jamaah Tabligh di Gowa Diisolasi, Rapid Test Reaktif Corona

Cilacap Berduka, Lagi 1 PDP Virus Corona Meninggal di Hadapan Petugas, Tak Ada Riwayat ke Luar Kota

Update Virus Corona Cilacap, Jumat 9 April - Positif 8 Kasus, 1.198 ODP dan 53 PDP

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved