Teror Virus Corona
Apapun Bisa Disulap Jadi RS Darurat Covid-19, Ganjar: Terpaksanya Tenda Bisa Digunakan
Kesiapan infrastruktur kesehatan terus digenjot di Jawa Tengah guna mengantisipasi lonjakan kasus virus corona, seperti RS Darurat Covid-19.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM,SEMARANG - Rumah sakit darurat bakal dibangun di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Misalnya, Rumah Sakit Darurat Covid-19 yang dibangun di Kabupaten Boyolali.
Bupati Boyolali, Seno Samodro menyulap rusunawa menjadi rumah sakit darurat.
Kesiapan infrastruktur kesehatan terus digenjot di Jawa Tengah guna mengantisipasi lonjakan kasus virus corona.
• Pemkab Banjarnegara Siapkan Lahan 1 Hektare, Makamkan Jenazah Pasien Virus Corona
• Satu Lagi, PDP Terkonfirmasi Positif Corona di Banyumas, Riwayat Pernah Jenguk Pasien Asal Cilacap
• Kamu Bisa Mendaftar Mulai Besok, Simak Syarat dan Tahap Dapatkan Kartu Prakerja
• Seluruh Provinsi di Indonesia Kini Sudah Terpapar Virus Corona
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pun mengapresiasi Bupati dan Wali Kota di Jawa Tengah yang mengikuti langkah responsif tersebut.
"Sebenarnya ini cara yang bisa disiapkan dengan urut-urutan."
"Ini tindakan yang semesti dilakukan tiap kabupaten maupun kota untuk berjaga-jaga," kata Ganjar kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (10/4/2020).
Rumah sakit darurat itu memanfaatkan rusunawa.
Memiliki kapasitas 18 kamar, yang setiap kamarnya diisi dua tempat tidur.
Bangunan ini baru memanfaatkan lantai satu dari lima lantai rusunawa dengan kapasitas 114 unit.
Sama halnya dengan Boyolali, Ganjar mengatakan beberapa daerah juga telah melakukan hal serupa.
Seperti Kota Surakarta dan Kabupaten Brebes.
Di dua wilayah tersebut, dilakukan percepatan pada pembangunan rumah sakit baru agar bisa dimanfaatkan untuk penanganan Covid-19.
"Itu sampai last resort kami siapkan seandainya grafiknya naik terus menerus."
"Jika rumah sakit tidak cukup, ada rumah sakit baru bisa dipercepat."