Teror Virus Corona
Begini Kondisi Terkini Pasien Positif Corona di Kendal, Petugas Medis Ubah Desain Ruang Isolasi
Kondisi kesehatan pasien positif corona di Kabupaten Kendal kini mengalami kemajuan, Kamis (9/4/2020).
Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
Sebelumnya terkonfirmasi, hasil tracking sementara terhadap pasien positif corona (Covid-19), Dinkes Kabupaten Kendal menetapkan status 18 orang dalam pemantauan (ODP).
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya di Tribunbanyumas.com, Senin (6/4/2020), seorang santri di sebuah pondok pesantren (ponpes) dinyatakan positif corona.
Itu diketahui seusai Pemkab Kendal memperoleh hasil tes swab terhadap santri laki-laki berusia 10 tahun tersebut pada Minggu (5/4/2020) malam.
Dalam hasil tracking yang dilakukan tim, diketahui pula, remaja tersebut tak hanya mondok di sebuah ponpes di Kecamatan Kaliwungu Selatan.
Yang bersangkutan selama sekira 1 tahun terakhir tinggal di sebuah panti asuhan di wilayah tersebut, hanya berbeda yayasan.
Kepala Dinkes Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, dari data tersebut, setidaknya ada 18 orang yang kini masuk dalam kategori ODP.
Kata Ferinando, 18 orang tersebut diketahui terlibat kontak langsung dengan remaja yang terkonfirmasi positif Covid-19.
"Saat ini pasien positif corona tersebut sudah berada di ruang isolasi rumah sakit rujukan di Kendal."
"Yang bersangkutan di panti asuhan ikut kakaknya dalam setahun terakhir ini. Dia juga mondok di sebuah ponpes," tutur Ferinando kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (7/4/2020).
• Kapolresta dan Dandim Banyumas Datangi Rumah Warga, Edukasi Sekaligus Berikan Sembako
• 600 Lansia Kota Tegal Dikirimi Rantang Tiap Kamis, Pemkot Gandeng Driver Grab
• Pria Asal Karangreja Purbalingga Diduga Terjangkit Virus Corona, Meninggal Pasca Kecelakaan Tunggal
Sedangkan orangtua (Ibu) remaja tersebut, lanjutnya, berdomisili di Bawen, Kabupaten Semarang.
Berkait belasan ODP tersebut, itu adalah mereka yang diketahui terlibat kontak langsung dengan pasien dalam 2 pekan terakhir.
"Data sementara ada 18 orang yang kami pantau terus perkembangan kesehatannya," terangnya.
Selain pemantauan di lokasi panti asuhan, pihaknya juga mendata beberapa petugas kesehatan yang sebelumnya berkontak langsung dengan pasien.
Kepada semua ODP termasuk petugas medis, Ferinando mengimbau untuk mengisolasi diri, tidak keluar rumah atau berinteraksi dengan warga selama 14 hari.
Ia juga berharap semua ODP untuk tidak ragu memeriksakan diri kesehatannya saat terjadi gejala demam, batuk, maupun sesak napas.