Berita Purbalingga

Sekda Purbalingga Protes, Minta Pemprov Jateng Proposional Bagikan Rapid Test Virus Corona

Tingginya kasus virus corona di Kabupaten Purbalingga tidak sebanding dengan pendistribusian rapid test dari Pemprov Jawa Tengah.

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menunjukkan hasil tes cepat (rapid test) pendektesian COVID-19 kepada orang dalam pengawasan (ODP) di Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/3/2020). Tes tersebut diperuntukan bagi peserta Seminar Anti Riba yang berlangsung di Babakan Madang Kabupaten Bogor pada 25-28 Februari 2020, dimana dua orang peserta seminar tersebut meninggal dunia di Solo Jawa Tengah akibat COVID-19. 

TRIBUBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Tingginya kasus virus corona di Kabupaten Purbalingga tidak sebanding dengan pendistribusian rapid test dari Pemprov Jawa Tengah. 

Kabupaten Purbalingga hanya mendapatkan jatah rapid test dari Pemprov Jateng sebanyak 85 alat. 

Jika dibandingkan dengan kabupaten lain, yang kasus positif Covid-19 lebih sedikit justru mendapatkan lebih banyak. 

Cerita Betty Tan di Purwokerto, Galeri Gaun Pengantin Disulap Jadi Tempat Produksi APD Tenaga Medis

Laporkan OJK, Bila Debt Collector Meneror Anda

Pasien Positif Corona Meninggal di Purwokerto Sempat Membaik, Rekan Saat Outbound Sembuh di Solo

Lagi, 14 Jadwal Kereta Api Dibatalkan, PT KAI Daop V Purwokerto: Total Jadi 54 Perjalanan

Setda Kabupaten Purbalingga, Agus Winarno meminta Pemprov Jateng proporsional dalam mendistribusikan rapid test untuk penanganan virus corona. 

Data tertulis dari Pemkab Purbalingga, pasien positif corona berjumlah 5 orang.

Adapun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 53 orang, dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) 1.486 orang.

“Mohon kepada Pemprov Jateng untuk proporsional dalam distribusi rapid test,” kata Agus saat rapat virtual bersama PJ Sekda Jateng, Selasa (31/3/2020).

Menanggapi hal tersebut, PJ Sekda Jateng Herru Setiadhie mengatakan permitaan dari Kabupaten Purbalingga akan dikoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah.

“Permohonan dari Pemkab Purbalingga akan kami koordinasikan dengan Dinkes Jateng,” ujarnya. 

Terpisah, Direktur RSUD Dr R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga, Nonot Mulyono mengatakan, penggunaan rapid test hanya digunakan petugas medis terpapar pasien positif corona.  

"Jadi petugas sebelumnya tidak tahu pasien yang diperiksa itu positif corona."

"Jadi sudah kontak langsung. Itulah yang kami lakukan rapid test di rumah sakit," ujarnya saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Selasa (31/3/2020)

Nonot menuturkan, rapid test yang didapat RSUD Dr R Goeteng Taroenadibrata juga terbatas. 

Pihak rumah sakit hanya mendapatkan 30 rapid test

"Jadi kalau PDP yang dirawat, kami mengetesnya menggunakan swab, " tuturnya. (Rahdyan Trijoko Pamungkas)

Sama-sama Mengusung Desain Layar Invinity V, Cuma Ini Bedanya Samsung Galaxy A01 dan A01s

Jangan Mudik! Makin Masif Dikampanyekan Pemprov Jateng, Ganjar: Ini Demi Keluarga Tercinta

Nekat Gelar Resepsi Pernikahan, Wakapolres Kendal: Tak Segan Langsung Kami Bubarkan

Khasiat Kayu Bajakah Kalimantan dan Ciu Wlahar, Bahan Membuat Hand Sanitizer Cegah Virus Corona

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved