Berita Jateng

BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Musim Pancaroba di Jateng, Berpotensi Muncul Hujan Es

Sebagian besar wilayah di Jawa Tengah saat ini diterjang musim pancaroba atau perubahan cuaca secara ekstrim.

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: deni setiawan
BMKG
Informasi cuaca BMKG. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Sebagian besar wilayah di Jawa Tengah saat ini diterjang musim pancaroba atau perubahan cuaca secara ekstrim.

Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Kota Semarang meminta masyarakat bisa lebih meningkatkan kewaspadaan.

Sebab, di saat bersamaan dengan durasi yang pendek akan muncul angin kencang dan hujan disertai petir.

Hal itu diungkapkan Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Kota Semarang, Tuban Wiyoso saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Selasa (31/3/2020).

Pasien Positif Corona Meninggal di Purwokerto Sempat Membaik, Rekan Saat Outbound Sembuh di Solo

Cerita Betty Tan di Purwokerto, Galeri Gaun Pengantin Disulap Jadi Tempat Produksi APD Tenaga Medis

Sekda Purbalingga Protes, Minta Pemprov Jateng Proposional Bagikan Rapid Test Virus Corona

30 Ribu Liter Cairan Disinfektan Disemprotkan di Kota Cilacap, Kapolres: Termasuk Jalan Gang

"Di saat bersamaan juga muncul masa transisi atau pancaroba."

"Sehingga kemungkinan bakal muncul hujan lebat secara tiba-tiba," kata Tuban Wiyoso.

Dia melanjutkan, selain angin kencang dan hujan petir, musim pancaroba di Jawa Tengah ini akan dimulai juga dengan guyuran hujan es.

"Sementara, awal musim kemarau tahun ini diperkirakan akan terjadi pada Mei 2020."

"Musim kemarau 2020 diprediksi akan mengalami puncaknya pada Agustus 2020," urainya.

Menurutnya, terdapat sejumlah daerah yang akan dilanda kemarau lebih awal pada April 2020 ini.

Seperti di Kabupaten Demak, Jepara, Kudus, Wonogiri, sebagian Karanganyar, Pati, wilayah selatan Purworejo, sebagian kecil tenggara Kebumen, dan Grobogan.

Sedangkan, lanjut Tuban, daerah yang paling akhir mengalami kemarau yakni di Kabupaten Semarang, Cilacap, Banjarnegara.

Wonosobo, Purbalingga, Kebumen, Salatiga bagian utara, Brebes, sebagian kecil utara Banyumas, Purworejo, Temanggung, dan Kendal.

"Wilayah itu kemaraunya baru muncul Juni 2020."

"Sifat hujan yang akan terjadi selama kemarau diperkirakan tetap normal."

"Awal kemaraunya tahun ini lebih lambat 10 hari dari kondisi normal," pungkasnya. (Akhtur Gumilang)

Lasmi Indaryani Ikut Sumbangkan Seribu Paket Kemanusiaan di Banjarnegara

Laporkan OJK, Bila Debt Collector Meneror Anda

Innalillahi, Pemuda Meninggal di RSUD Cilacap, Diskominfo: Berstatus PDP Sejak 21 Maret

Jam Malam Diberlakukan Hari Ini, Kapolresta Banyumas: Mulai Pukul 22.00 Hingga Subuh

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved