Berita Cilacap

Santri Ponpes Al Ihya Ulumaddin Cilacap Dipulangkan, Gus Shoim: Ikhtiar Kami Cegah Virus Corona

Ponpes Al Ihya Ulumaddin, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, memulangkan ribuan santrinya ke rumah masing-masing.

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ihya Ulumaddin, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, memulangkan ribuan santrinya ke rumah masing-masing.

Hal ini dilakukan untuk mencegah risiko penularan virus corona di lingkungan pesantren.

Pengasuh Ponpes Al Ihya Ulumaddin, Ahmad Shoim Alamain mengatakan, secara keseluruhan jumlah santri saat ini sekira 1.500 orang.

Maka dari itu, proses pemulangan dilakukan secara bertahap sesuai alamat asal atau rumah santri.

Selasa Pagi, Penyemprotan Disinfektan Serentak di Jateng, Polda Jateng: Masuk ke Rumah Warga

Jam Malam Diberlakukan Hari Ini, Kapolresta Banyumas: Mulai Pukul 22.00 Hingga Subuh

Aturan Mudik Lebaran Segera Dikeluarkan Presiden Joko Widodo, Fadjroel: Ini Sedang Disiapkan

Kisah Pilu di Tasikmalaya, Jenazah Pasien Positif Corona Nginap Sehari di Mobil Ambulans

"Sudah ada tiga kali pemberangkatan dan ini rombongan terakhir," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (30/3/2020).

Pria yang akrab disapa Gus Shoim itu menambahkan, rombongan terakhir ini pihaknya menggunakan empat bus dan satu elf.

Lima kendaraan itu mengangkut sekira 300 santri.

"Masing-masing bus tujuannya berbeda."

"Ada yang ke Jambi, Riau, Bengkulu, Lampung, Palembang, dan yang terdekat Jabodetabek," kata Gus Shoim.

Sebelum dipulangkan, ujar Gus Shoim, pihak pesantren telah menerapkan protokoler penanganan Covid-19.

Pesantren melibatkan petugas Puskesmas Kesugihan untuk memeriksa kesehatan tiap santri.

"Alhandulillah semua dinyatakan sehat dan bisa melakukan perjalanan pulang ke rumah," ungkap Dewan Pelaksana Kiai Ponpes Al Ihya Ulumaddin itu.

Gus Shoim menerangkan, pihak pesantren memulangkan santri karena memang santri akan memasuki musim libur.

Sedangkan dilihat dari sisi risiko, jumlah santri yang mencapai ribuan dengan aktivitas yang sering berkumpul dikhawatirkan apabila ada yang terjangkit semua santri minimal berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP).

"Oleh karena itu menghindari risiko besar ini, kami berikhtiar mengurangi dan memutus rantai penyebaran virus corona."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved