Breaking News:

Erupsi Merapi

Hujan Abu Tipis Terjadi di Lereng Merapi

Merapi kembali erupsi pada Jumat 27 Maret 2020. Tidak ada dampak siginfikan pada kejadian ini, hanya saja terjadi hujan abu tipis.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Gunung Merapi meletus dan mengeluarkan kolom abu, Minggu (17/11/2019). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BOYOLALI - Merapi kembali erupsi pada Jumat 27 Maret 2020.

Tidak ada dampak siginfikan pada kejadian ini, hanya saja terjadi hujan abu tipis.

"Hujan abu tipis turun di Dukuh Stabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Bambang Sinungharjo, kepada Tribun Jateng.

Bambang melanjutkan, untuk situasi saat ini di desa yang berada di lereng Merapi masih terbilang aman.

PDP Corona Meninggal di Cilacap Kembali Bertambah, Simak Update Penyebaran Covid-19 27 Maret 2020

Perawat Indoneisa: Pastikan Ketersediaan APD Corona Agar Kami Tidak Mati Konyol

Video Driver Ojol Tergeletak di Tepi Jalan Saat Pandemi Corona Hebohkan Warga, Tak Ada yang Mendekat

Jumlah PDP Corona di Ciamis Meningkat 4 Kali Lipat Setelah Pemudik Jabodetabek Berdatangan

"Secara umum masih aman dan terkendali," ucapnya.

Diketahui Gunung Merapi erupsi pada 27 Maret 2020 pada pukul 10.56 WIB. Dilansir dari akun twitter resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) disebutkan, erupsi yang terjadi di Gunung Merapi ini tercatat di seismogram dengan amplitudo 77 mm dan durasi 7 menit.

"Teramati tinggi kolom erupsi ± 5.000 meter dari puncak. Arah angin saat erupsi ke Barat Daya," tulis akun BPPTKG.

Saat ini Merapi berstatus waspada. Penetapan status ini sejak 21 Mei 2018. (goz)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved