Berita Semarang
10.000 Rapid Test Virus Corona Disediakan Pemkot Semarang untuk Warga, Antipasi Wabah Covid-19
10.000 Rapid Test Virus Corona Disediakan Pemkot Semarang untuk Warga, Antipasi Wabah Covid-19
10.000 Rapid Test Virus Corona Disediakan Pemkot Semarang untuk Warga, Antipasi Wabah Covid-19
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerintah daerah diminta aktif dalam upaya penanggulangan wabah virus corona di Indonesia.
Di Semarang, Pemerintah Kota (Pemkot) setempat, menyediakan anggaran sekitar Rp27 miliar untuk penanggulangan wabah virus corona.
Di antaranya untuk keperluan lebih dari 10.000 Rapid Diagnostic Test (RDT).
Selain untuk rapid test, nantinya dana tesebut juga digunakan untuk membeli sejumlah peralatan medis, obat, vitamin, cairan antiseptik, desinfektan, pakaian pelindung diri, serta kapsul evakuasi untuk membawa masyarakat yang positif teridentifikasi virus corona.
• Pom Mini di Probolinggo Meledak, Tewaskan 2 Orang, 50 Korban Luka. Diduga karena Korsleting Listrik
• Antisipasi Virus Corona Pemkot Surabaya Bikin Terobosan Bilik Sterilisasi, Risma: Diproduksi Massal
• Bikin Sendiri Cairan Disinfektan dari Pemutih Pakaian atau Pembersih Lantai. Yuk, Simak Caranya
• Potret Wajah Italia Saat Ini, Cuma Sebulan Berubah Drastis Akibat Virus Corona
Masyarakat di Kota Semarang, khususnya yang ada dalam kategori Orang Dalam Pantauan (ODP) seluruhnya akan menjalani tes itu.
Adapun secara rinci, sebanyak 2.480 rapid test dilakukan oleh RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang, dan 7.920 rapid test dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang.
Kategori ODP sendiri ditetapkan bagi masyarakat yang dalam 14 hari belakangan bepergian ke luar kota maupun luar negeri, atau yang pernah berinteraksi dengan pasien positif corona.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam menyebut, dari total anggaran sekitar Rp27 miliar dialokasikan untuk Dinas Kesehatan Kota Semarang sekitar Rp11 miliar, dan sisanya dialokasikan guna keperluan RSUD KRMT Wongsonegoro.
• Acara Ngunduh Mantu di Purwokerto Dibubarkan Polisi, Rombongan Tamu Pulang Dikawal Petugas
“Penggunanaan anggaran tersebut khusus untuk penanggulangan COVID-19 di Kota Semarang, mulai dari pengadaan tablet klorin sebagai desinfektan, kapsul evakuasi, dacron swab, sampai RDT, " jelas Hakam.
Ia menambahkan, RDT sendiri kalau dengan yang dilakukan di RSWN (RSUD) KRMT WONGSONEGORO) ada 10.000 lebih.
Di sisi lain, Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro Susi Herawati menyebutkan jika rapid test merupakan langkah awal yang cepat untuk mengidentifikasi corona.
• Kronologi Pernikahan di Purwokerto Dibubarkan Polisi Karena Wabah Corona, Tamu Disemprot Disinfektan
“Tes ini akan kami lakukan dengan mengambil sample darah, kalau positif akan kami lakukan dengan swab tenggorokan, kemudian dikirim ke lab," tutur Susi.
Akan tetapi kalau hasilnya negatif, di hari ke-7 sampai ke-10 akan kembali dites.
“Kalau tetap negatif berarti yang bersangkutan (benar) kami nyatakan negatif," tambahnya. (*)