Jumat, 24 April 2026

Berita Jateng

Ganjar Didatangi Eks Anggota ISIS, Begini Hasil Percakapan Mereka di Puri Gedeh Semarang

Di Puri Gedeh Kota Semarang itu, eks ISIS mendatangi Ganjar lantaran ingin membantu program deradikalisasi yang digencarkan Pemprov Jateng.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
PEMPROV JATENG
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbicara dengan eks kombatan ISIS, Febri Ramdani di Rumah Dinas Gubernur, Puri Gedeh, Semarang, Senin (9/3/2020). 

Saat propaganda, ISIS memberikan janji semua yang mau hijrah ke daerah itu akan mendapat fasilitas termasuk gaji, tunjangan dan lainnya.

Namun faktanya itu tidak ada sama sekali.

Gadis 15 Tahun Bunuh Temannya, Curahan Hati Ayah Korban: Saya Percaya Saja, Kenapa Begini Jadinya

35 Ribu Masyarakat Purbalingga Belum Mendapatkan E-KTP

Kejengkelan Terhadap Debt Collector Memuncak, Warga Pukuli dan Tenggelamkan di Ember Hingga Tewas

Simimang, Durian Asal Sigaluh Banjarnegara yang Isinya Bikin Tercengang, Pantas Juara Nasional

"Kondisi itulah yang membuat saya sadar, bahwa langkah saya salah."

"Saya catat semua pengalaman saya itu dalam buku ini, agar saya bisa sharing pengalaman dan mengedukasi kepada masyarakat, propaganda ISIS itu semuanya tidak benar," ujarnya.

Sementara, Nur dan Badawi yang merupakan warga Semarang yang pernah terlibat dalam terorisme di Indonesia.

Mereka menuturkan tentang bagaimana bahaya gerakan radikalisme yang ditanamkan kelompok-kelompok tertentu di Indonesia.

Nur yang dipenjara karena kasus Poso dan Badawi Rahman alias Yusril, pembuat senjata untuk para teroris di Indonesia itu mengatakan, terpikat dengan propaganda yang dilakukan melalui kajian-kajian di masjid.

"Mereka sering menggelar pengajian di masjid, kemudian semakin intim menyambangi rumah untuk menanamkan paham radikal."

"Ini yang harus diwaspadai, karena mereka sangat terorganisir."

"Kami juga ingin membantu pemerintah untuk melakukan edukasi," jelas Badawi.

Mendengar cerita mereka, Ganjar langsung menerima mereka.

Ketiganya akan dilibatkan dalam upaya kampanye deradikalisasi yang dilakukan pemerintah.

"Nanti saya undang untuk berkeliling ke sekolah-sekolah yang ada di Jateng."

"Untuk mengedukasi masyarakat khususnya anak muda tentang bahaya radikalisme," ucap Ganjar.

Sebelumnya Ganjar juga kerap mengundang eks napiter untuk berbicara pengalaman mereka di depan pelajar.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved