Teror Virus Corona
Begini Cara Pemakaian Masker yang Benar, Jangan Sampai Malah Sesak Kekurangan Oksigen
Begini Cara Pemakaian Masker yang Benar, Jangan Sampai Malah Sesak Kekurangan Oksigen
Begini Cara Pemakaian Masker yang Benar, Jangan Sampai Malah Sesak Kekurangan Oksigen
TRIBUNBANYUMAS.COM - Indonesia akhirnya mengonfirmasi positif terjangkit virus corona. Ini setelah Presiden Joko 'Jokowi' Widodo mengungumkan dua orang warga Depok, positif terinfeksi virus corona, Senin (2/3/2020).
Beragam reaksi datang dari masyarakatpasca pengunguman ini.
Umumnya, percaya bahwa pemakaian masker dapat meminimalisir tertularnya virus corona.
Selain menggunakan masker, tentu masyarakat harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
• BREAKING NEWS: Indonesia Konfirmasi Positif Virus Corona, Jokowi Umumkan Dua Warga Terinfeksi
• Siapkan Hotline hingga Bentuk Tim Khusus, Berikut Langkah Pemkot Depok Tanggulangi Virus Corona
• Selain Indonesia, 4 Negara Ini Juga Konfirmasi Positif Virus Corona. Berikut Daftarnya
• Indonesia Positif Virus Corona, Profesor Unair Surabaya Ini Klaim Temukan Obat Penangkal Covid-19
Adapun masker yang umumnya digunakan oleh masyarakat ada dua tipe, yakni masker bedah dan masker N95.
Sayangnya, masyarakat Indonesia masih ada yang belum paham mengenai pemakaian masker yang benar.
65 Persen Cara Pemakaian Masker Sudah Benar
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. DR. dr. Ari Fahrial Syam mengungkapkan, beberapa pengguna masker yang diamatinya masih salah dalam pemakaiannya.
Lokasi pengamatan yang dilakukannya berada di Bandara Soekarno Hatta Terminal 3, Tangerang, Banten.
"Dari 28 orang yang menggunakan masker bedah, 65 persen atau hanya 18 orang yang menggunakan masker dengan benar. Artinya masker menutupi mulut dan lubang hidung dan kawat di hidung tertutup dengan baik," ujar Ari saat dihubungi Kompas.com, baru-baru ini.
• Merapi Erupsi, Letusan Selama 450 Detik Tinggi Klom 6.000 Meter. Masyarakat Diminta Tetap Tenang
Ia juga menyampaikan, dari 118 orang yang diamatinya, penggunaan yang salah antara lain menggunakan masker bedah di dagu, di leher, dan masker terpasang longgar.
Menurutnya, penggunaan masker bedah yang terletak di dagu, karena ingin dibuka dan dipakai kembali, dinilai justru membuat masker jadi sumber penularan.
Sebab, pada bagian yang terpakai sudah terlepas dan bagian yang sebagai tempat mencegah masuknya kuman berada di posisi yang mudah terhirup oleh hidung.
"Saya rasa ini harus menjadi perhatian, kalau tidak mau lagi menggunakan masker baiknya dilepas dan dibuang," kata dia.
• Bocah Yatim Piatu Sejak Bayi 7 Bulan Itu Kini Jadi Polisi, Saat Pelantikan Berlinang Air Mata
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ilustrasi-memakai-masker_2.jpg)