Teror Virus Corona

Indonesia Positif Virus Corona, Profesor Unair Surabaya Ini Klaim Temukan Obat Penangkal Covid-19

Indonesia Positif Virus Corona, Profesor Uniar Surabaya Ini Klaim Temukan Obat Penangkal Covid-19

Istimewa/dokumen pribadi
Prof Dr drh Chairul Anwar Nidom mengklaim telah menemukan ramuan jahe yang dapat mencegah penularan virus corona atau Covid-19 dalam tubuh. 

Indonesia Positif Virus Corona, Profesor Uniar Surabaya Ini Klaim Temukan Obat Penangkal Covid-19

TRIBUNBANBAYUMAS.COM - Wabah virus corona hingga saat ini masih belum terbendung. Penyebaran virus ini di luar negara China masih terus meluas.

Pada akhirmya wabah virus corona akhirnya juga menjangkiti Indonesia. Virus dengan nama resmi Covid-19 ini menjangkiti 2 warga di Tanah Air.

Konfirmasi Indonesia terjangkiti Covid-19 diumumkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Joko 'Jokowi' Widodo, Senin (2/3/2020).

Berangkat dari terus meluasnya wabah virus corona, seorang profesor asal Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya, Prof Dr drh Chairul Anwar Nidom mengklaim telah menemukan ramuan jahe yang dapat mencegah penularan virus corona atau Covid-19 dalam tubuh.

BREAKING NEWS: Indonesia Konfirmasi Positif Virus Corona, Jokowi Umumkan Dua Warga Terinfeksi

Tukang Ojek Pengkolan, Mas Pur Bingung Rinjani selalu Marah, Waduh Bang Udin Dipecat?

Pengamat Kebijakan Publik: Pemerintah Tak Punya Kebijakan yang Jelas soal Penanganan Virus Corona

VIDEO dan FOTO-FOTO: Heboh Jalan Nasional di Jember Ambles 45 Meter, Robohkan 8 Ruko

"Formulasi (ramuan) terdiri dari jahe, kunyit, temulawak, sereh, dan bahan lainnya. Bahan-bahan ini biasa disebut sebagai empon-empon," ujarnya saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (19/2/2020).

Menurutnya, formulasi empon-empon yang dibuatnya berawal dari formulasi yang dibuat saat wabah flu burung yang merebak pada 2008 silam.

Curcumin

Empon-empon, imbuhnya mengandung curcumin yang berfungsi mencegah terjadinya badai sitokin di dalam paru. Ia menjelaskan, sitokin merupakan senyawa sel (respons imun) sebagai reaksi terhadap adanya virus.

"Jadi sebetulnya sitokin merupakan fungsi positif, tetapi punya efek negatif yaitu merusak sel di sebelahnya."

"Sitokin inilah yang menyebabkan tubuh menjadi panas kalau seseorang terinfeksi kuman," ujar Nidom yang juga Ketua Tim Riset CoV dan Formulasi Vaksin Professor Nidom Foundation (PNF).

Menkes: 2 WNI Positif Corona Ibu dan Anak Tinggal Depok, Dirawat di RSPI Sulianti Saroso

Guna menerapkan fungsi dari empon-empon yang dibuatnya, Nidom menyontohkan, apabila seseorang terinfeksi virus flu burung atau Covid-19 atau kuman lain dengan tipe ganas (highly pathogenic), maka virus-virus tersebut akan masuk ke dalam paru.

Saat di dalam paru, virus bereproduksi di dalam sel, pada saat itulah virus keluar dari sel bersama dengan sitokin.

"Nah, sitokin ini akan merusak sel-sel lain, sehingga sitokin akan banyak dan merusak di dalam paru. Inilah yang disebut dengan badai sitokin," lanjut dia.

5 Berita Populer: Kolektor Foto Tua Tolak Mobil dari Orang Belanda - Dengan Ngapak Hidupku Kepenak

Menilik formulasi yang terbilang baru terhadap virus corona, Nidom mengatakan bahwa ia dan peneliti PNF sempat melakukan percobaan ramuan terhadap tikus yang terinfeksi virus flu burung dan diberi empon-empon.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved