Berita Sleman
Kisah Annisa yang Tidak Turuti Instruksi Pembina Justru Buatnya Selamat Dari Tragedi Susur Sungai
Nekat tidak menuruti perintah pembina pramuka saat kegiatan susur sungai SMPN 1 Turi Sleman justru membuat Annisa Ramadhani (15) selamat.
"Waktu itu saya tanya ke perawat, kalau saya cari adik saya yang bernama Annisa Ramadhani. Petugas meminta saya untuk kuat dan mengarahkan saya untuk memeriksa satu per satu jenazah yang ada di situ. Saya takut yang di sana itu adik saya," kenangnya.
Ia dengan berat hati memeriksa satu per satu jenazah itu, dan ternyata itu bukanlah adiknya.
Ia baru merasa lega ketika mendengar adiknya ternyata sudah berada di sekolah.
Nindia pun sempat mendengar peristiwa yang dialami adiknya.
"Saat itu, adik saya sempat mengukur sungai, memang ada yang selutut tapi ada juga yang seleher. Adik saya mengajak teman-temannya untuk naik," paparnya.
Namun ternyata tidak semua temannya mengikuti anjuran Annisa.
"Nanti kalau enggak turun dimarahi pembina, loh," ujar Nindia menirukan ucapan teman Anissa.
"Tapi adik saya ngeyel, dia naik bersama lima orang lainya, baru balik badan sebentar ternyata teman-temannya yang lain sudah ada keseret. Adik saya terus cari pertolongan ke warga," jelasnya.
Trauma
Nindia sendiri menceritakan bahwa adiknya masih terguncang dengan peristiwa yang menelan banyak korban itu.
Bahkan teman satu kelasnya ada yang meninggal dunia, atas nama Nur Azizah.
Pascakejadian itu, keluarga terus menenangkan hati Annisa. Mereka pun tak lagi menanyai Annisa tentang kejadian itu.
Annisa akan marah dan melarang keluarga atau kerabatnya untuk bertanya tentang kejadian kemarin.
"Sekarang dia juga takut kalau lihat air, kalau di kamar mandi sendiri jadi takut," bebernya.
Rasa trauma juga dialami oleh Mahfud Atorik (13) pelajar kelas 7 SMPN 1 Turi. Ibunya, Ponirah (47) menuturkan, kini anaknya tidak mau menceritakan kejadian itu lagi ke siapa pun.