Berita Regional

Kisah Peserta SKD CPNS yang Harus Ditandu Saat Memasuki Ruang Ujian

Seorang peserta tes CPNS di Samarinda Kalimantan Timur harus ditandu untuk bisa ke ruangan tes SKD.

Editor: Rival Almanaf
(Dokumentasi BKN)
Peserta SKD ditandu panitia untuk memasuki ruang ujian setelah melahirkan satu hari sebelumnya 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SAMARINDA - Seorang peserta tes CPNS di Samarinda Kalimantan Timur harus ditandu untuk bisa ke ruangan tes SKD.

Hal itu karena sehari sebelumnya ia baru saja menjalani proses persalinan, sehingga masih kesulitan untuk berjalan.

Semangat untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil tak menghalangi peserta CPNS.

Melalui akun resminya di Twitter, Badan Kepegawaian Nasional (BKN) mengunggah kisah peserta tes tersebut.

Kamu Gemar Makan Ditemani Kerupuk? Perhatikan Dampak Buruknya Bagi Kesehatan

Begini Tips Naik Ojek Pangkalan Agar Tidak Tertipu dengan Tarif yang Disebut di Awal Transaksi

Aksi Heroik Siswa SMPN 1 Turi yang Sempat Selamatkan Rekannya Hanyut Saat Susur Sungai

Ingat Polisi Viral karena Gendong Anak Saat Pemilu 2019? Kini Brigadir Murizal Nikahi Adik Iparnya

Dalam unggahan itu, terlihat seorang peserta tes dibantu panitia menuju ruangan ujian dengan menggunakan tandu.

Saat dikonfirmasi Kompas.com, Panitia Pelaksanaan CAT BKN Ulfa Luthfiana membenarkan kejadian tersebut.

Menurutnya, peserta tersebut melahirkan secara normal pada Senin, 17 Februari pukul 18.00 WITA.

Keesokan harinya (18/2/2020), perempuan itu mengikuti SKD CPNS 2019 Pemerintah Kota Samarinda pada pukul 10.00 WITA.

"Betul, ibu itu tanggal 17 Februari melahirkan secara normal pukul 18.00. Pada tanggal 18 Februari ibu itu mengikuti SKD CPNS Pemkot Samarinda di sesi ke 36 dimulai pukul 10.00 WITA," kata Ulfa.

Diusung dengan tandu Karena ruang ujian berada di lantai 4, maka panitia membantu peserta tersebut naik menggunakan tandu.

Ulfa mengatakan, pelaksaan ujian berada di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Widya Cipta Dharma Samarinda.

Pihak panitia kemudian menempatkan peserta itu di kursi paling depan agar akses keluar masuk ruang ujian lebih muda.

"Pada saat di ruang CAT, kami tempatkan ibu tersebut di kursi paling depan agar memudahkan ibu tersebut untuk nanti masuk dan keluar ruang CAT," jelasnya.

Hal Ini Diduga Menjadi Penyebab Anak Bunuh Ibunya di Wonogiri

Kisah Warteg di Grogol Sebulan Disatroni Begal 2 Kali, yang Terbaru Bawa Kabur Sebaskom Tempe Goreng

Soal Permintaan Ahok Dicopot dari Komisaris Pertamina, Ini Jawaban Erick Thohir

Angkot yang Ditumpangi Kecelakaan, Mahasiswi Unpad Ini Bersyukur: Selamat dari Musibah Lebih Besar

Saat ujian berlangsung, Ulfa menyebut kondisi peserta itu terlihat sehat dan bisa menyelesaikan soal sampai waktu berakhir.

Meski demikian, tim kesehatan dari Pemerintah Kota Samarinda selalu siap siaga selama pelaksanaan CAT.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved