Berita Jateng
Kurator Asal Amerika Bocori UMKM Jateng Tren Pasar Global
Jennifer Issacson seorang konsultan dan kurator asal Amerika Serikat memberikan materi tentang tren pasar kepada ratusan UMKM di Jateng.
Meski demikian kata Ema, jumlah pendamping di Jawa Tengah baru 60 orang.
Jumlah tersebut berbanding jauh dari jumlah UMKM yang mencapai 4,8 juta.
“Untuk itu, kita akan mengusulkan untuk ada penambahan pendamping,” terangnya.
Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Kemenlu RI, Winanto Adi menuturkan, potensi UMKM di Jawa Tengah cukup besar.
Namun, kesesuaian marketnya perlu digarap lebih serius.
“Jadi ada barang yang marketnya cocok dijual di Eropa, belum tentu untuk Amerika. Jadi perlu ada modifikasi. Bisa dari produknya, packaging atau informasinya,” jelasnya.
Ditambahkan, pihaknya juga menghadirkan kurator asli dari Amerika supaya tahu pangsa pasar di sana.
“Untuk melakukan kurasi, mana yang siap dan mana yang perlu modifikasi. Kalau soal kualitas saya yakin produk Jawa Tengah berani bersaing, tapi ke mana pasarnya itu perlu diketahui,” papar Winanto.
Ia menyebut, UMKM yang lolos kurasi nanti akan diikutkan pameran di New York, Amerika Serikat pada Agustus mendatang.
• Baru Seminggu Melahirkan, S Diseret dan Dipukuli Suaminya. Begini Kisahnya . . .
• Kisah Polisi Tidak Lupa Jasa Orangtua Seorang Penjual Gado-gado, Langsung Cium Kaki Saat Dikunjungi
• Megawati : Kalau Anaknya Tidak Mampu Jangan Dipaksa Maju, Puan Maharani Beda
• Kisah Michelle Mahasiswi Asal Purbalingga yang Sempat Terjebak di Wuhan
“Di Amerika itu lihat fungsi, tren warna. Bu Jennifer paham itu, sehingga nanti akan tahu seperti apa di Amerika. Jadi Bu Jennifer bukan hanya kurator tapi juga menjadi konsultan,” tandas Winanto.
Sementara Jennifer Issacson menjelaskan bahwa UMKM di Jawa Tengah perlu melakukan inovasi produk.
Selain peningkatan kualitas juga manajemen marketingnya.
“Saya sejak 1980 tahu Indonesia, sampai sekarang desain masih sama. Perlu ada inovasi kekinian,” ungkapnya.
Ada beberapa kunci untuk mampu bersaing produk di Amerika Serikat. “Apakah produk sudah bisa dijual di Amerika, siapa target ideal pelanggan, bagaimana caranya produk bisa sampai ke pelanggan, alat dan bahan yang diperlukan untuk meningkatkan pasaran,” pungkas Jennifer. (*)