Kamis, 30 April 2026

Berita Purbalingga

Heboh Gambar Palu Arit di Padamara Purbalingga, Ini Pengakuan Petugas Pengukur Jalan

Saat dilakukan pengukuran tidak ditemukan adanya gambar lambang palu dan arit

Tayang:
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: muslimah
Istimewa
Jalan Karangpule-Karangsari Kecamatan Padamara setelah dilakukan pengukuran. Tidak ada coretan apapun di jalan tersebut. 

TRIBUNBANYUMAS.COM,PURBALINGGA - Konsultan pengukur jalan angkat bicara soal keberadaan gambar lambang palu dan arit di jalan raya Karangpule-Karangsari Kecamatan Padamara, Purbalingga.

Petugas pengukur jalan, Laksono mengaku melakukan pengukuran jalan di Balai Desa Karangpule pada Selasa (11/2).

Pengukuran dilakukan dari pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB.

"Sebelum pengukuran kami melakukan pengecekan menggunakan GPS dari depan jalan balai desa Karangpule hingga Km 1850," ujarnya, saat menemui Tribunbanyumas.com, Sabtu (15/2/2020).

Alasan Istri Muda Abah Cijeungjing Tolak Tinggal Satu Rumah dengan Nengmas Istri Pertama

Kisah di Balik Penemuan Korban Pembunuhan di Sigaluh: Saat Tim Putus Asa, Terdengar Suara Memanggil

Kisah Bule Belanda Jualan Kebab di Cilacap, Ini Jawabnya Ditanya Kenapa Pilih Tinggal di Indonesia

Hilang Kontak, Helikopter MI-17 Akhirnya Ditemukan, Ayah Serda Dita Ilham Tak Kuasa Menahan Sedih

Menurutnya, ada tiga orang yang melakukan pengukuran jalan.

Saat dilakukan pengukuran tidak ditemukan adanya gambar lambang palu dan arit.

"Saat melakukan pengukuran tidak ada gambar itu.

Setelah pekerjaan selesai kami foto.

Jadi tidak sempat juga menggambar seperti itu (palu dan arit), " tuturnya.

Dia telah meminta izin ke balai desa ketika akan melakukan pengukuran jalan.

Saat meminta izin kondisi balai desa dalam keadaan ramai.

"Waktu itu kondisi balai desa dalam keadaan ramai.

Saya tidak tahu siapa yang saya mintain izin.

Saya bilang begini pak kalau minta izin pengukuran dari DPU untuk pengkuran jalan. Terus dipersilahkan," jelasnya.

Sementara itu, pemilik Konsultan pengukur jalan, Novita Srimularsih menuturkan pengukuran jalan berdasarkan rekomendasi dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

Namun dirinya tidak ikut pengkuran karena sedang sakit.

"Saya sedang sakit dan tidak bisa ikut ngukur. Jadi yang melakukan pengukuran tiga orang yang merupakan pegawai saya. Ketiga orang tersebut satu diantaranya pegawai baru, " ujarnya.

Novita tidak mengetahui adanya kejadian tersebut.

Dirinya juga telah melakukan pengecekan ke lokasi untuk memgantisipasi adanya ruas jalan yang salah.

"Tapi saya tidak turun dari mobil. Saya cuma mengikuti alur pengecekan. Pengecekan terakhir dua hari yang lalu, " tutur dia.

Menurutnya, selama ini, pegawainya tidak pernah melakukan hal tersebut selama menggarap proyek.

Bahkan dirinya percaya terhadap pegawai barunya.

"Setahu saya anak baru ini baik. Saya juga mendapatkan rekom dari teman-teman sebelum memperkejakan anak tersebut," tutur dia.

Ia tidak yakin lambang simbol palu arit digambar oleh pegawainya.

Meski begitu dirinya tetap akan menyelidiki lebih lanjut.

"Ada anak kerja praktek di tempat saya. Tapi tidak ikut mengukur jalan, " pungkasnya.

Disisi lain Sekertaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPU-PR) Sucipto akan mengecek lagi terkait pengukuran jalan di Desa Karangpule-Karangsari Kecamatan Padamara.

Dirinya menegaskan bahwa gambar tersebut tidak mungkin dibuat oleh pihak internalnya maupun rekanan.

" Tidak mungkin pihak kami main-main dengan hal tersebut,"ujarnya.

Simbol palu arit tergambar di jalan Kabupaten penghubung desa Karangpule dan Karangsari.
Simbol palu arit tergambar di jalan Kabupaten penghubung desa Karangpule dan Karangsari. (Istimewa)

Sebelumnya diberitakan, warga Karangpule kecamatan Padamara digegerkan adanya gambar berlambang palu arit di jalan raya Karangpule-Karangsari.

Simbol palu arit tersebut tergambar jelas serta rapi di permukaan jalan Kilometer 700 dan 1150.

Kadus I desa Karangpule, Suratno (50) menduga simbol palu arit tersebut dibuat oleh petugas pengukuran jalan yang datang ke balai desa, Selasa (11/2/2020) lalu.

Petugas tersebut datang ke balai desa tanpa permisi.

"Ada tiga orang yang kesini. Mereka duduk-duduk di balai desa. Lalu mereka keluar corat-coret mungkin bikin tanda sekitar 15 menit.

Lalu masuk lagi ke balai desa baru minta izin mau survei jalan," katanya saat pertemuan di balai desa Karangpule, Jumat (14/2/2020) malam.

Menurutnya ketiga orang tersebut menyampaikan bahwa akan ada perbaikan jalan dari Karangpule ke Karangsari.

Mereka mengaku rekanan dari Dinas Pekerjaan Umum.

"Waktu itu perangkat yang ada di balai desa cuma ada dua orang sedang mengurusi penjaringan.

Setahu saya mereka membawa pilox dan GPS," tutur dia.

Keesokan harinya, warganya ada yang mengetahui simbol tersebut. Namun mereka tidak melaporkan ke balai desa.

"Waktu saya mendatangi kelompok tani, mantan kepala desa (Kades) bilang ada gambar palu arit.

Sore hari saya mau ke sawah melihat gambar itu dan besoknya Kamis (13/2) saya lapor ke Kades," terangnya.

Ia menuturkan Kepala Desa langsung melaporkan kejadian tersebut ke Koramil dan Polres.

Hari itu juga aparat langsung menindaklanjuti gambar itu.

"Semua datang ke sini (desa Karangpule) langsung menindaklanjuti," tukasnya.

Tidak Terima

Kepala Desa Karangpule Sukarso menuturkan simbol palu dan arit telah dihapus.

Namun dirinya tidak mengetahui gambar tersebut dihapus menggunakan apa.

"Sudah hitam sekarang. Gambarnya sudah dihapus. Tapi saya tidak tahu," imbuhnya.

Menurut informasi yang diterimanya, Intel Polres telah melacak hal tersebut ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

Namun pihak DPU tidak mengakui.

"Karena ini pengaspalan biasanya diborongkan atau diserahkan pihak ketiga. Masalahnya petugas bilang dari DPU," tutur dia.

Ia tidak rela adanya kejadian tersebut. Tidak ada satu pun warganya yang terciduk pada masa pemberontakan G 30 S PKI.

"Dari desa tidak terima adnya gambar itu. Karena merasa tercemar. Indikasinya seperti apa. Desa Karangsari yang ikut diukur tidak ada temuan gambar itu, " keluhnya. (rtp)

Kisah di Balik Penemuan Korban Pembunuhan di Sigaluh: Saat Tim Putus Asa, Terdengar Suara Memanggil

Oknum Guru di Banjarnegara Setubuhi Muridnya di Toilet hingga di Pinggir Jalan, Ini Pengakuannya

Terdengar Suara Ledakan, Tukang Bangunan di Kudus Tersengat Listrik saat Main Hp di Dekat Kabel

Alasan Istri Muda Abah Cijeungjing Tolak Tinggal Satu Rumah dengan Nengmas Istri Pertama

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved