Rumahnya di Banyumas Jadi Lokasi Pembantaian Satu Keluarga, Misem Ungkap Kejadian 20 Hari Setelahnya
Rumahnya di Banyumas Jadi Lokasi Pembantaian Satu Keluarga, Misem Ungkap Kejadian 20 Hari Setelahnya
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
Namun demikian, ia lupa terkait kapan anak dan cucunya itu menghilang dan sudah tidak ada di rumah.
Ketika para korban sudah menghilang Misem sempat bertanya kesana-kemari.
Termasuk bertanya dengan Minah, namun jawaban bahwa anak-anaknya yang lain sedang pergi bekerja.
Mendengar berita kematian anaknya yang tidak wajar Misem kaget, dan menangis.
Selama proses persidangan, Misem bercerita jika dia mengaku pernah disekap dan diikat pada bagian tangan dan kaki.
Tersangka Irvan dan Putra yang menyekap dan mengikat Misem.
Sebelum kejadian penyekapan, Misem sempat diungsikan ke rumah Minah.
"Saya sempat diungsikan ke rumah Minah, tetapi setelah 2 jam di rumah Minah saya ingin kembali ke rumah," katanya.

Saat masuk kembali ke rumah itulah Misem disekap oleh kedua cucunya, yaitu Irvan dan Putra.
"Saat disekap saya bertanya apa saya mau dimatikan (dibunuh), tetapi Irvan menjawab jika dia tidak ingin membunuh saya dan dia hanya ingin menyekap saya saja," kata Misem.
Misem kala itu merasa takut, karena kondisinya waktu itu tangan kaki diikat dan matanya juga ditutup.
Setelah penyekapan itu, Misem dilarang tinggal dirumahnya selama kurang lebih 20 hari dan dipindah ke rumah Minah.
Hal itu dilakukan sebagai cara menghilangkan jejak bahwa telah terjadinya pembunuhan dimana kala itu Irvan dan Putra beberapa kali membersihkan rumah.
Padahal menurut Misem, kebiasaan tersebut jarang dilakukan keduanya sebelum kejadian pembunuhan itu terjadi.
Terkait dengan masalah tanah yang menjadi pemicu konflik antara Minah dan saudara-saudaranya itu, Misem mengaku tidak sering mendengar.