Teror Virus Corona

Darurat Corona, PMI di Hong Kong Asal Banyumas Minta Kiriman Masker

Karena permintaan tinggi, persediaan masker di toko-toko obat di Hong Kong menipis

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
Shutterstock
Ilustrasi masker 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Kebutuhan masker di Hong Kong meningkat seiring masifnya penyebaran virus Corona yang diduga berasal dari Wuhan, Tiongkok.

Karena permintaan tinggi, persediaan masker di toko-toko obat di Hong Kong menipis.

Sebagian Pekeja Migran Indonesia (PMI) di Hongkong pun mengeluhkan sulitnya mendapatkan masker di toko yang biasa menyediakan produk itu.

Eks PMI Hongkong asal Banjarnegara Suprapti mengatakan, karena susah mendapatkan masker di negara penempatan, sejumlah  relawan PMI di Hong Kong bahkan harus meminta kiriman masker dari keluarga di Indonesia.

"Sebagian sudah meminta kiriman masker dari keluarga di Indonesia.

Ada juga dari Banyumas yang kirim masker ke keluarganya yang jadi PMI di Hong Kong,"katanya

Menurut Suprapti, permintaan PMI untuk dikirimi masker dari Indonesia menunjukkan betapa sulitnya mendapatkan masker di Hong Kong.

Jika pun ada di toko, masker yang dijual harganya berlipat dari harga normalnya, serta harus antre.

Terlebih di Hong Kong saat ini, kata dia, sedang dilanda suhu dingin. Saat cuaca dingin, orang akan lebih rentan terserang penyakit.

Karenanya, setiap orang berusaha membentengi diri dari berbagai serangan penyakit, termasuk mengenakan masker.

Tidak ada hambatan dalam proses pengiriman. Pengiriman masker ke Hong Kong bisa melalui jasa pengiriman yang dikelola eks PMI.

Masker selama ini menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat Hong Kong, termasuk PMI di sana.

Bahkan saat virus Corona belum merebak, masyarakat Hong Kong terbiasa mengenakan masker saat bepergian ke luar rumah, terutama bagi yang sakit.

Setiap keluarga biasanya memiliki persediaan masker di rumahnya.

Kebiasaan memakai masker ini tak lepas dari pengalaman mereka yang sering menghadapi wabah penyakit mematikan di wilayahnya.

Sebelum muncul Corona, warga dan PMI Hong Kong dan Taiwan sempat diresahkan dengan penyebaran virus SARS, flu burung, hingga flu babi yang merenggut nyawa ratusan orang.

Beberapa di antara korban yang meninggal adalah pekerja asal Indonesia.

"Kalau keluar pakai kacamata, masker itu wajib," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved