Breaking News:

Subsidi Gas Elpiji 3 Kg Dicabut, Dedi Mulyadi Khawatir Kesehatan Anak Memburuk

Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi, khawatir pencabutan subsidi elpiji tiga kligram akan berdampak buruk bagi kesehatan anak. Simak berikut penjelasannya.

(TRIBUNNEWS.com/BIAN HARNANSA
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dedi Mulyadi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANDUNG - Rencana pemerintah mencabut subsidi gas elpiji kemasan tiga kilogram mendapat sorotan berbagai kalangan.

Sejumlah anggota legislatif yang duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), turut angkat bicara.

Di antarnya politikus Partai Golkar, Dedi Mulyadi. Menurutnya, pencabutan subsidi gas 'melon' itu akan berdampak negatif untuk rakyat miskin.

Polisi Gagalkan Pemalsuan Miras Import Berbagai Merk. Sita Ribuan Botol Bekas

Liverpool Kandaskan MU 2-0, Salah Catatkan Capaian Apik. Cuma Dua Tim yang Belum Dijebolnya

Mulai Marak Peredarannya, Polresta Banyumas Ungkap Judi Togel Hongkong

Rangga Sasana Petinggi Sunda Empire asal Brebes, Klaim Gelar Profesor dan Turunan Prabu Siliwangi

Menurut dia, jika subsidi gas yang dikenal tabung melon itu dicabut, otomatis harganya dipastikan naik hingga lebih dari 100 persen.

Saat ini harga gas tiga kilogram hanya Rp 16.000 dan akan naik menjadi Rp 36.000 per tabung jika subsidi dicabut.

"Dampaknya gas elpiji tiga kilogram itu akan langsung terasa oleh para pedagang kecil seperti tukang bakso, tukang mi ayam, tukang bandros dan pedagang kecil lain.

Bagaimana Kondisi Ponpes Zam Zam Cilongok Pascakebakaran? Simak Penjelasan Resmi Pengasuh

Selama ini, produksi usaha mereka sangat bergantung pada gas elpiji tiga kilogram," kata Dedi Mulyadi saat dihubungi Kompas.com, Senin (20/1/2020).

Dampak tersebut akan membawa efek domino. Menurut dia, dengan kenaikan yang terjadi, para pedagang kecil itu akan melakukan penyesuaian harga jual produk dengan memperkecil ukuran jualannya.

"Selain memperkecil ukuran, pedagang juga akan mencampur bahan baku produksi makanan jualan dengan bahan yang lebih murah dan berkualitas rendah," tuturnya.

Manusia Silver di Purwokerto Lempar Petugas Satpol PP Gunakan Batu Bata. Ada Apa?

Dampak dari pengurangan mutu makanan akan mengancam kesehatan masyarakat yang menjadi konsumen, terutama anak-anak.

Menurut Dedi, selama ini anak-anak dan remaja merupakan segmen utama konsumen produk para pedagang kecil.

Akhirnya, lanjut Dedi, biaya kesehatan menjadi semakin mahal dan rumah sakit akan kian terbebani oleh banyaknya para pasien yang datang berobat.

Asrama Ponpes Zam Zam Muhammadiyah Cilongok Terbakar. Ini Cerita Seorang Santri

"Jadi seluruh aspek ini harus kita bicarakan secara bersama-sama, sebelum kita mengambil sebuah keputusan yang berhubungan dengan hidup masyarakat banyak," tandasnya.

Sebelumnya, pemerintah berencana mencabut subsidi elpiji tiga kilogram pada pertengahan 2020.

Sebagai gantinya, pemerintah akan menerapkan sistem distribusi tepat sasaran elpiji tiga kilogram.

Meski Hidup Mewah, Begini Cara Inul Daratista Mendidik Anaknya

Awalnya Modal Nekat, Guru Geografi Ini Akhirnya Nikahi Artis Terkenal, Pernikahannya Curi Perhatian

Viral, Patung Gajah Bergaris Hitam Mirip Zebra di Obyek Wisata Jurug, Ini Penjelasan Pengelola

Enam Film yang Bisa Anda Tonton di Bioskop Cilacap Senin 20 Januari 2020

Sistem distribusi tepat sasaran yang dimaksud adalah distribusi tertutup untuk elpiji tiga kilogram.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Djoko Siswanto, beberapa hari yang lalu mengatakan, secara prinsip pemerintah dan DPR telah menyetujui sistem distribusi tertutup elpiji tiga kilogram.

Sejatinya, wacana distribusi tertutup untuk elpiji tiga kilogram ini sudah lama didengungkan. Namun, hingga kini belum ada formulasi yang dirasa tepat. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Dedi Mulyadi: Subsidi Gas 3 Kg Dicabut, Kesehatan Anak Terancam

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved