Tya Ariestya Tetap Tenang Hadapi Komentar Negatif Tentang Perubahan Fisiknya, Begini Alasannya

Jarang tampil di layar kaca, kini Tya Ariestya mengalami perubahan fisiknya karena mempunyai dua orang anak. Namun Tya tetap tenang menghadapinya.

youtube.com
Tya Ariestya Tetap Tenang Hadapi Kementar Negatif Tentang Perubahan Fisiknya, Begini Alasannya 

TRIBUNBANYUMAS.COM-Tya Ariestya artis sinetron yang kini jarang tampil di kayar kaca.

Artis cantik pemain film Marbot dadakan mengerjar jodoh ini, tengah memiliki dua orang anak.

Tidak heran, perubahan fisik juga dialaminya. Perubahan fisiknya ini juga memicu banyak komentar negatif netizen.

Tya merasa tetap tenang dan tak jarang justru banyak yang memberikan komentar positif dibandingkan negatif.

Melansir dari unggahan video MOP Channel Bisik-Bisik Tetangga (14/1/2020), ketika ditanya tentang berat badannya, Tya menjelaskan bahwa dia memang mengalami banyak kenaikan berat badannya.

"Jadi sekarang naik berapa kilo?" tanya presenter MOP Channel program Bisik-bisik Tetangga.

Tya menjawab dengan santai dan menceritakan tentang kenaikan berat badannya.

"Jadi aku emang naiknya bombastis banget. Hamil pertama kali naik 24 kilo dan turun 12 kilo.

Lalu naik lagi beratnya 22 kilo hamil yang kedua. Total naik 34 kilo.

Setelah melahirkan turun 10 kilo. Jadi masih ada 24 kilo," jawab Tya.

Tya Ariestya kini mengalami perubahan fisik yang cukup drastis.

Dirinya mengakui, Tya tidak mau langsung menurunkan 24 kg dari berat badannya secara drastis.

"Mungkin kalau nurunin ya sewajarnya aja," kata Tya.

Terkait dengan masalah body shaming, banyak kalangan artis dan netizen yang berkomentar tentang fisik.

"Pernah gak sih kamu di komentarin netizen terkait sama maslaah berat badan kamu?," tanya presenter.

Tya menceritakan, ada juga netizen yang mengomentari tentang perubahan fisiknya yang sekarang.

"Alhamdulillah banget ya diinstagram aku kebetulan banget followers-followersnya rata-rata positif.

Walaupun ada juga yang suka nyangkut, 'emangnya gak pengen kurus', gitu aja sih," kata Tya.

Namun dengan komentar netizen tersebut, Tya masih bisa menghadapi komentar netizen.

Tya merasa masih banyak yang justru membantu menanggapi komentar netizen jika ada yang berkomentar body shaming.

Ditanya tentang komentar sang suami terkait berat badannya yang over weight, suami Tyas memintanya untuk menurunkan berat badan demi kesehatannya.

"Karena berat badan yang segini kan enggak biasa. Aku enggak bisa lari, karena kalau buat lari dengkulnya sakit. Jadi nurunin berat badan untuk kesehatan aja," ucap Tya.

Jika dibandingkan dengan foto zaman dulu, Tya terlihat jauh berbeda.

Tya Ariestya yang dulu juga menjadi seorang atlet taekwondo, kini masih fokus mengurus kedua anaknya.

"Apalgi anak yang kedua ini kan masih 8 bulan, jadi masih menyusui juga," tambah Tya.

Tya juga menceritakan, bahwa dirinya sempat gagal mendapatkan keturunan.

"Emang aku share cerita, kalau aku bayi tabung. Tiga kali nyoba, yang dua berhasil dan sempet gagal sekali," jelas Tya.

Tya memiliki dua orang anak yang bernama Kanakan dan Kalundra.

Setelah dua kali sukses menjalani program bayi tabung, Tya berencana ingin menambah momongan lagi.

"Pengen, tapi nunggu anak kedua ini bisa makan dengan teratur dulu. Karena anakku yang pertama dan yang kedua ini eda, yang kedua susah makan. Dan punya dua orang anak itu enggak segampang," ujar Tya.

Tyas mengungkapkan, dirinya memilih untuk menjalani program bayi tabung karena dia merasa susah untuk menunggu kehamilan secara alami.

"Jadi hormon gue itu enggak seimbang. Namanya PCOS. Soalnya suka susah dapetin masa subur," jelas istri dari Irfan Ratinggang.

Tya mengetahui hal tersebut sebelum menikah. Tya juga sempat minum obat secara rutin selama satu setengah tahun untuk menyeimbangkan hormonnya.

Namun usaha Tya gagal. Akhirnya Tya dan sang suami mantab untuk menjalani program bayi tabung.

"Setiap bayi tabung itu kan dikasih embrio dua, nah jadinya satu. Itu untuk anak pertama.

Kalau yang anak kedua, juga sama, dikasih embrio dua, sebenernya bisa kembar, tapi ketika 10 weeks kehamilan.

Tapi yang satu enggak berkembang, jadinya tetep satu," jelas Tya ketika ditannya mengapa tidak langsung mempunyai bayi kembar.

Tya berpesan kepada para wanita untuk selalu memantau masa subur. Terutama masa siklus haid. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved