Kisah Korban Klitih di Bantul, Meninggal Setelah 27 Hari Bertahan dengan Patah Tulang Leher

Seorang pelajar yang menjadi korban kejahatan klitih di Bantul pada pertengahan Desember lalu akhirnya meninggal dunia.

Editor: Rival Almanaf
Tribun Jogja
Foto almarhum Fatur Nizar Rakadio 

Namun aksinya tidak berhenti sampai disana. Para pelaku yang saat itu rombongan berkisar antara 5 - 7 motor itu lalu putar balik.

Mereka mengejar rombongan Dio dan teman temannya.

Misteri Pengantin Baru Tewas di Kamar Kos, Bersimbah Darah dan Kamar Dalam Keadaan Terkunci

Ratusan Desa Rawan Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Banyumas

Aksi kejar-kejaran sempat terjadi sampai di Jalur Kebonagung dan Sriharjo.

Para pelaku mengejar dan langsung memepet motor Yamaha R15 berwarna biru yang saat itu dikendarai oleh Dio.

Tanpa sebab yang jelas, seorang pelaku kemudian menendangnya.

Kontan saja, motor yang dikendarai oleh Dio langsung ambruk.

"Anak saya jatuh ke aspal. Tidak ada yang luka. Tetapi mengalami patah di tulang leher belakang sampai tulang ekor," tuturnya.

Bahkan, bukan hanya motor Dio yang saat itu ambruk.

Akibat tendangan dari pelaku, sedikitnya mengakibatkan lima motor teman temannya Dio yang saat itu berada dibelakangnya terjatuh.

Beruntung, mereka hanya mengalami luka ringan.

Dio yang saat itu terkapar kemudian dilarikan ke RS Nur Hidayah.

Menjalani pertolongan medis pertama, lalu di CT Scan untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi didalam tubuh pasien.

Pasalnya, saat itu, Dio mengeluh kepada Deddy, ayahnya, bahwa sebagian tubuhnya tidak bisa digerakkan.

"Bagian dada ke bawah sampai tangan dan kaki anak saya, tidak bisa digerakkan," tuturnya.

Dari RS Nur Hidayah Bantul itu kemudian pelajar berusia 16 tahun itu pindah perawatan di RS Bethesda yang akhirnya dirujuk ke RSUP Sardjito, Kota Yogyakarta.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved